KPK Dikabarkan Tetapkan Bupati Pati Sudewo dan 3 Orang Lainnya sebagai Tersangka
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah menetapkan status tersangka kepada Bupati Pati, Sudewo, beserta tiga orang lainnya.
Penulis:
Ilham Rian Pratama
Editor:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- KPK dikabarkan telah menetapkan status tersangka kepada Bupati Pati, Sudewo, beserta tiga orang lainnya.
- Penetapan ini menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar tim penyidik di wilayah Pati dan Kudus, Jawa Tengah, sejak Minggu (18/1/2026).
- Berdasarkan informasi yang dihimpun, penetapan status hukum ini dilakukan setelah tim penyidik dan pimpinan KPK melakukan gelar perkara (ekspose) pada Senin malam (19/1/2026).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah menetapkan status tersangka kepada Bupati Pati, Sudewo, beserta tiga orang lainnya.
Penetapan ini menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar tim penyidik di wilayah Pati dan Kudus, Jawa Tengah, sejak Minggu (18/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penetapan status hukum ini dilakukan setelah tim penyidik dan pimpinan KPK melakukan gelar perkara (ekspose) pada Senin malam (19/1/2026).
Dari delapan orang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut, empat di antaranya, termasuk Bupati Sudewo, diyakini telah dinaikkan statusnya menjadi tersangka dugaan suap jual beli jabatan perangkat desa.
"Empat tersangka termasuk bupati," kata sumber dimaksud sebagaimana dikutip, Selasa (20/1/2026).
Indikasi penetapan tersangka ini terlihat saat rombongan tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa pagi sekitar pukul 10.35 WIB.
Baca juga: 2 Bupati dari Gerindra Ditangkap KPK, Sudewo dan Maidi Sudah Diingatkan
Dari total delapan orang yang digelandang ke Jakarta, hanya empat orang, termasuk Sudewo dan tiga orang yang diduga sebagai pengepul, yang masuk melalui pintu depan lobi gedung.
Sementara empat orang lainnya dibawa masuk melalui pintu belakang.
Bungkam dan Hanya Pakai Sandal
Bupati Pati Sudewo tiba dengan penampilan santai namun membisu.
Ia terlihat mengenakan kaos polo putih yang dibalut jaket bomber hitam, celana jins biru dongker, dan hanya mengenakan sandal.
Tangan kirinya tampak memegang topi hitam bermerek 'Alo'.
Saat dicecar pertanyaan oleh awak media mengenai penangkapannya, politikus Partai Gerindra tersebut memilih bungkam.
Ia terus berjalan menuju ruang pemeriksaan di lantai dua sembari sesekali menunjukkan gestur tangan namaste (mengatupkan kedua tangan di depan dada).