Diikuti Ratusan Bupati, Rakernas Apkasi XVII Gaungkan Otonomi Daerah yang Lebih Adil
APKASI menggaungkan tuntutan otonomi daerah yang lebih luas dan transparan dan adil di Rakernas APKASI XVII di Batam.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Editor:
Choirul Arifin
“Buku ini menjadi jawaban atas anggapan bahwa daerah hanya bergantung pada dana pusat. Kami ingin menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan, pemerintah kabupaten mampu melahirkan praktik-praktik inovatif yang layak direplikasi secara nasional,” jelas Bursah.
Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Rudy Mas’ud dalam kesempatan yang sama mengingatkan pentingnya mengurangi ketergantungan daerah terhadap Transfer ke Daerah (TKD) dengan menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara kreatif dan berkelanjutan.
“Ketergantungan pada sumber daya alam ekstraktif tidak bisa terus diandalkan. Masa depan daerah terletak pada kualitas sumber daya manusia yang mampu mengembangkan ekonomi hijau dan ekonomi biru,” ujar Gubernur Kalimantan Timur tersebut.
Rudy menegaskan, pemerintah provinsi berkomitmen menjadi jembatan strategis antara aspirasi kabupaten dan kebijakan nasional, sekaligus berperan sebagai akselerator pembangunan daerah.
Sebagai tuan rumah Rakernas sekaligus Dewan Penasihat Apkasi Wilayah Kepulauan Riau, Gubernur Ansar Ahmad mengajak para bupati menjadikan forum ini sebagai titik balik penguatan sinergi antardaerah. Ia juga mendorong para delegasi untuk melihat potensi Batam sebagai contoh pengembangan sektor jasa dan pariwisata.
Menutup rangkaian pembukaan, Apkasi menyerahkan santunan kepada puluhan anak yatim dan dhuafa di Batam. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum Apkasi bersama Gubernur Kepulauan Riau, Ketua APPSI, dan jajaran pengurus Apkasi sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi.
Baca tanpa iklan