Nilai Tukar Rupiah Hampir Tembus Rp17.000, Apa Dampak Pelemahan Ini ke Masyarakat?
Berikut ini dampak pelemahan nilai tukar rupiah pada masyarakat? nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 17.000.
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Nilai tukar rupiah melemah hingga sempat menyentuh level Rp16.972 per dolar AS pada perdagangan Rabu (21/1/2026) hampir Rp 17.000, dipicu penguatan dolar AS secara global.
- Rupiah Melemah Menurunkan Daya Beli Impor
- Pelemahan nilai tukar membuat biaya impor meningkat, sehingga dengan jumlah uang yang sama, pelaku usaha dan masyarakat memperoleh barang impor lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.
TRIBUNNEWS.COM - Nilai tukar rupiah sempat hampir menyentuh angka Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip Bloomberg, Rabu (21/1/2026), dolar AS semakin menguat terhadap rupiah.
Dilaporkan nilai tukar rupiah menguat 20 poin ke level Rp 16.936 per dolar AS dari Rp 16.956 pada penutupan perdagangan Rabu (21/1/2026) sore.
Lantas apa dampak melemahnya nilai tukar rupiah bagi masyarakat?
Mengutip tayangan YouTube Bank Indonesia Channel yang berjudul Nilai Tukar Melemah atau Menguat, Apa Dampaknya?, dijelaskan dampak jika nilai tukar suatu negara itu melemah, contohnya pada aktivitas impor.
Jika melakukan kegiatan impor yang saat ini hanya mengeluarkan sebesar Rp500.000 untuk kebutuhan bulanan kemudian di bulan selanjutnya ketika melakukan impor lagi dengan jumlah uang yang sama tapi nilai tukarnya turun atau melemah ini artinya dengan uang yang ada saat ini, hanya mendapatkan barang yang lebih sedikit dari kebutuhan impor bulanan.
Begitu pun sebaliknya apabila nilai tukar uang menguat maka kemampuan daya beli impor juga semakin baik.
Dijelaskan juga dalam konten YouTube Bank Indonesia Channel, pergerakan suatu nilai tukar dipengaruhi berbagai faktor.
Mulai dari faktor fundamental seperti:
- Pertumbuhan ekonomi
- Neraca pembayaran
- Inflasi
- Suku bunga
- Tenaga kerja
Baca juga: Sore Ini Rupiah Menguat ke Rp 16.936 per Dolar AS, Ada Faktor Purbaya
Sedangkan ada faktor di luar fundamental ekonomi yang juga dapat mempengaruhi nilai tukar yaitu sentimen global seperti adanya pernyataan pejabat pemerintah dan Bank Sentral Major countries yang ekspektasi kebijakannya dapat mendorong perkembangan kondisi geopolitik atau isu global lainnya.
Kebijakan bank sentral seperti kebijakan moneter, makroprudensial, nilai tukar, dan kebijakan pemerintah seperti perekonomian dan tenaga kerja.
Dan untuk faktor informasi di pasar keuangan domestik dan global seperti pasar saham, yang terlihat dari segi harga volume dan pelaku, juga pasar obligasi dan pasar Valas.
Selain faktor-faktor di atas ada juga faktor lainnya yang bisa membuat mata uang tiap negara berbeda yaitu seperti tingkat cadangan devisa dan isu domestik atau global serta bagaimana struktur pasarnya.
Faktor-faktor tersebutlah yang membuat nilai tukar suatu negara itu menguat atau melemah.
Dampak Rupiah Melemah Termasuk Penurunan Daya Beli Masyarakat
Penjelasan lainnya, menngutip pegadaian.go.id, ketika nilai tukar bergerak turun, dampaknya tidak hanya terlihat pada kurs bank.
Baca tanpa iklan