Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

75 Kata-Kata Jalaluddin Rumi tentang Kehidupan, Cinta, dan Kerinduan

Kumpulan kata-kata Jalaluddin Rumi tentang kehidupan, cinta, dan kerinduan cocok dibagikan di media sosial sebagai pengingat, motivasi, dan refleksi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 75 Kata-Kata Jalaluddin Rumi tentang Kehidupan, Cinta, dan Kerinduan
TRIBUNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/XIS
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panggung gelap, suara hening, lalu terdengar suara detak jantung perlahan layar terbuka, tampak di layar besar animasi plasenta proses kelahiran manusia, dikiri kanan panggung dua kain bercahaya kemerahan tampak manusia menggeliat di dalamnya ingin keluar, bagai kelahiran manusia ke dunia, sedang di pentas kain terhampar di dalamnya muncul pula orang-orang seperti plasenta kehidupan yang baru saja mengeluarkan manusia kedunia fana, begitu opening Konser Puisi Multimedia Kataraga karya Pelopor Penyair Multimedia, Asrizal Nur. Tak kalah menariknya dalam konser kali ini Asrizal juga melibatkan seniman dan artis kawakan indonesia Paramitha Rusady, maestro syair dari Siak Sri Indrapura, Winda Harniati, penyanyi Glow Rosa dan dosen sekaligus akademisi musik perempuan Betawi pertama bergelar doctor di bidang musik Tuti Tarwiyah Adi. //HO/XIS 

Ringkasan Berita:
  • Jalaludin Rumi adalah seorang penyair sufi besar dari abad ke-13.
  • Ia menulis karya-karya monumental seperti Masnavi-i Ma’navi, Diwan-e Shams-e Tabrizi dan Fihi Ma Fihi.
  • Kata-kata Rumi hingga kini masih relevan, bahkan sering dijadikan inspirasi dalam kehidupan modern. 

TRIBUNNEWS.COM - Jalaluddin Rumi adalah seorang penyair sufi besar dari abad ke-13 yang namanya tetap abadi hingga kini. 

Rumi lahir di Balkh (kini Afghanistan) pada tahun 1207 dan kemudian menetap di Konya, Turki.

Namanya dikenal sebagai tokoh spiritual yang karyanya melampaui batas ruang dan waktu. 

Ia menulis karya-karya monumental seperti Masnavi-i Ma’navi (sering disebut “Al-Qur’an dalam bahasa Persia”), Diwan-e Shams-e Tabrizi yang berisi puisi-puisi cinta dan kerinduan spiritual, serta Fihi Ma Fihi yang memuat kumpulan ceramah dan refleksi filosofisnya. 

Karya-karya ini menjadikan Rumi sebagai salah satu penyair paling berpengaruh dalam sejarah, yang ajarannya masih relevan hingga kini. 

Puisi-puisinya dengan rangkaian kata indah, sarat dengan makna filosofis yang mendalam tentang kehidupan, cinta, dan kerinduan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sosok Rumi mengajarkan bahwa cinta adalah jalan menuju Tuhan, kehidupan adalah perjalanan untuk menemukan makna sejati, dan rindu adalah bahasa hati yang menghubungkan manusia dengan Sang Pencipta maupun sesama. 

Rumi sering menekankan bahwa kehidupan adalah perjalanan spiritual yang penuh pelajaran. 

Salah satu kutipannya yang populer adalah: “Jangan puas hanya dengan cerita, bagaimana orang lain telah menjalani hidup. Bukalah kisahmu sendiri.” 

Kata-kata ini mengingatkan kita untuk berani menulis jalan hidup sendiri, bukan sekadar mengikuti jejak orang lain.

Kata-kata Rumi hingga kini masih relevan, bahkan sering dijadikan inspirasi dalam kehidupan modern. 

Baca juga: 40 Kata-kata Lucu tapi Mendalam, Penuh Sindiran Halus tentang Kehidupan

Bagi Rumi, cinta adalah inti dari segala hal. Ia berkata: “Biarkan diri tertarik oleh tarikan cinta yang lebih kuat daripada tarikan lain.” 

Kutipan ini menegaskan bahwa cinta sejati mampu menggerakkan manusia lebih kuat daripada ambisi duniawi. 

Cinta menurut Rumi tidak hanya romantis, tetapi juga cinta universal yang menghubungkan manusia dengan Tuhan dan sesama.

Kemudian Rindu dalam pandangan Rumi adalah kerinduan jiwa untuk kembali kepada asalnya. Ia menulis: “Kerinduan adalah pesan dari jiwa, bahwa ia ingin kembali kepada rumahnya.” 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas