Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Miftachul Akhyar dan Gus Ipul Absen di Harlah NU Versi Gus Yahya, Isu Dualisme Kembali Mencuat

Miftachul Akhyar dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) absen dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) NU 100 Masehi di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026)

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Miftachul Akhyar dan Gus Ipul Absen di Harlah NU Versi Gus Yahya, Isu Dualisme Kembali Mencuat
Dok. Kemensos
RAPAT PLENO PBNU - Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berfoto bersama usai Rapat Pleno PBNU yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Akhyar di Jakarta, Kamis (29/1/2026), yang menyepakati pemulihan kepemimpinan, penataan tata kelola organisasi, serta agenda strategis NU ke depan. Miftachul Akhyar dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) absen dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) NU 100 Masehi di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Miftachul Akhyar dan Eks Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul absen dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) NU 100 Masehi yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
  • Adapun harlah itu digelar oleh Ketua Umum PBNU kubu dari Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. 
  • Ketidakhadiran mereka membuat isu dualisme di internal kalangan nahdliyin itu kembali mencuat.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Miftachul Akhyar dan Eks Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul absen dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) NU 100 Masehi yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Adapun harlah itu digelar oleh Ketua Umum PBNU kubu dari Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. 

Ketidakhadiran mereka membuat isu dualisme di internal kalangan nahdliyin itu kembali mencuat.

Acara yang dihadiri ribuan warga nahdliyin tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan jajaran pengurus PBNU. 

Namun, dua nama tersebut tidak tampak dalam barisan undangan utama maupun dalam susunan pembicara yang diumumkan panitia.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun sejumlah undangan yang hadir di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menko PMK Pratikno, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.

Sejumlah tokoh turut menghadiri Harlah NU tahun ini di antaranya Presiden ke-4 RI Sinta Nuriyah Wahid dan anaknya, Yenny Wahid, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Ketua KPU Mochammad Afifuddin, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja hingga Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Baca juga: Gema Syahdu Shalawat Badar Buka Harlah ke-100 NU di Istora Senayan

Di kalangan partai politik hadir pula sejumlah tokoh di antaranya Ketum PPP Mardiono, Presiden PKS Al Muzzamil Yusuf, Sekjen Partai Golkar Sarmuji,

Momentum ketidakhadiran keduanya kembali menghidupkan isu dualisme dan perbedaan sikap di internal NU yang sempat mencuat pasca Muktamar ke-34 di Lampung. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Miftachul Akhyar maupun Gus Ipul terkait alasan ketidakhadiran mereka dalam peringatan Harlah NU yang digelar PBNU versi kepengurusan Gus Yahya.

Diketahui sebelumnya, kedua kubu tersebut memiliki pandangan yang berbeda mengenai siapa yang menjabat sebagai Ketua Umum Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.

Kubu Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, memberhentikan Gus Yahyadari dari jabatan Ketua Umum PBNU per 26 November 2025, dan sesuai rapat pleno pada 9-10 Desember 2025 di Hotel Sultan, Jakarta memutuskan menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.

Sementara itu, Gus Yahya menyatakan dirinya masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU hingga masa jabatannya berakhir, dan menggelar rapat pleno di kantornya di Jalan Kramat Raya, Jakarta pada 11 Desember 2025.

Baca juga: Ratusan Warga Hadiri Harlah Ke-100 NU di Istora Senayan, Pengamanan Ketat

Setelah dualisme kepemimpinan PBNU bergulir lebih dari satu bulan, kini tercapai rekonsiliasi dari kedua sisi elite Nahdlatul Ulama (NU) yang berselisih pendapat tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas