Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kakorlantas Ubah Citra Polantas: Dari Pengatur Jalan Jadi Pelayan Berempati

Kakorlantas luncurkan program “Polantas Menyapa dan Melayani” 2026, ubah citra polisi jalan jadi pelayan berempati dan humanis.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Kakorlantas Ubah Citra Polantas: Dari Pengatur Jalan Jadi Pelayan Berempati
HO/IST
KORLANTAS - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan Polantas hadir bukan sekadar mengatur jalan, tapi melayani masyarakat dengan empati dan profesionalisme. 

Ringkasan Berita:
  • Korlantas Polri meluncurkan program “Polantas Menyapa dan Melayani” 2026 untuk mengubah citra polisi lalu lintas dari sekadar pengatur jalan menjadi pelayan masyarakat yang humanis. 
  • Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho menekankan pentingnya empati, profesionalisme, dan pemanfaatan teknologi seperti ETLE dan Drone Patrol Presisi. 

TRIBUNNEWS.COM - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali mempertegas komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di awal tahun 2026.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menginstruksikan jajarannya untuk memasifkan program 'Polantas Menyapa dan Melayani'.

Irjen Agus menegaskan bahwa langkah ini merupakan pengejawantahan langsung dari arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri senantiasa menekankan agar setiap anggota Polri hadir sebagai sosok penolong dan pelayan masyarakat yang humanis.

"Sesuai arahan Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, semangat melayani harus menjadi urat nadi setiap anggota di lapangan. Polantas bukan hanya pengatur jalan, tapi pelayan yang hadir dengan empati," ujar Irjen Agus kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).

Irjen Agus menjelaskan, program 'Polantas Menyapa dan Melayani' pada 2026 ini membawa filosofi mendalam.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap Polantas dari sosok yang disegani karena otoritasnya, menjadi sosok yang dicintai karena kepeduliannya.

"Menyapa adalah bahasa kemanusiaan. Kita ingin meruntuhkan sekat antara petugas dan warga. Jalan raya itu bukan sekadar tempat kendaraan melintas, tapi ruang peradaban. Di sana ada etika, ada keselamatan, dan ada kepedulian yang harus kita jaga bersama," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa otoritas yang dimiliki Polantas tidak boleh digunakan untuk menakut-nakuti masyarakat.

Sebaliknya, kehadiran personel di titik-titik rawan harus mampu menghadirkan rasa aman dan menjadi solusi bagi pengguna jalan.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Kakorlantas Usul Penerapan Work From Anywhere

 

Transformasi Pelayanan Berbasis Hati

Lebih lanjut, Kakorlantas meminta seluruh jajaran Polantas di Indonesia mengedepankan profesionalisme yang berkeadilan.

Ia tidak ingin lagi mendengar ada anggota yang bersikap arogan saat bertugas.

"Melayani itu wujud pengabdian. Membantu tanpa pamrih, memberikan solusi bagi masyarakat yang kesulitan di jalan. Kita rangkul semua lapisan masyarakat agar keberadaan polantas benar-benar dirasakan manfaatnya," tegas Agus.

Program Polantas Menyapa dan Melayani 2026 ini juga akan diintegrasikan dengan pemanfaatan teknologi digital demi mewujudkan pelayanan yang modern dan transparan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas