Presiden Prabowo Sebut Sawit Miracle Crop, POPSI Minta Perlindungan Adil bagi Petani
POPSI mencatat situasi perkelapasawitan rakyat saat ini semakin kelam karena praktik “sita menyita” kebun dan hasil sawit
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Muhammad Zulfikar
"Bagi petani kecil, penyitaan kebun ini adalah pemutusan penghidupan, mematikan roda ekonomi pedesaan. Kami mendorong penyelesaian kebun berdasarkan tipologinya masing-masing, jangan disama-ratakan alias digeneralisasi," jelasnya.
Baca juga: Pernyataan Keras Prabowo di Rakornas: Peringatan ke Perusuh hingga Ultimatum Eks Pejabat BUMN
Keempat, tata kelola KSO tidak transparan dan rentan masalah akuntabilitas. POPSI mempertanyakan mulai bagaimana standar kredibilitas dan akuntabilitas pelaksana KSO pada kebun sitaan hingga transparansi dana escrow.
Dia juga mempertanyakan siapa auditor atau pengawas independen, keterlibatan laporan publik dan bagaimana mekanisme penyerahan dana hasil penjualan TBS.
"Apakah negara mendapatkan dana sisa setelah dipotong oleh KSO? Jangan sampai ada kebocoran pada kebun sengketa, belum final, pengelolaan sementara yang nantinya negara bisa rugi lebih banyak," paparnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional yang berperan besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Kepala Negara menyebut kelapa sawit sebagai miracle crop atau tanaman ajaib karena manfaatnya yang luas dan bernilai ekonomi tinggi.
Menurut Presiden, sawit tidak hanya berfungsi sebagai bahan baku minyak goreng, tetapi juga menjadi fondasi berbagai industri strategis.
“Kelapa sawit itu bukan hanya untuk minyak goreng,” ujar Prabowo.
Dia mengungkap produk turunan sawit digunakan dalam sektor pangan seperti roti, produk kebersihan seperti sabun, hingga industri dan energi, termasuk cat dinding, biodiesel, solar, dan avtur.
Ragam pemanfaatan tersebut menjadikan sawit sebagai salah satu komoditas dengan daya ungkit ekonomi terbesar di Indonesia.
Prabowo juga mengungkapkan besarnya permintaan internasional terhadap crude palm oil (CPO) asal Indonesia.
Dalam berbagai kunjungan luar negeri, dia mengaku hampir selalu menerima permintaan pasokan sawit dari para pemimpin negara.
Sejumlah kawasan seperti Asia Selatan, Afrika Utara, hingga Eropa Timur disebut sangat bergantung pada pasokan sawit Indonesia.
"Saya ke Mesir, ke Pakistan, ke Rusia, sampai Belarus, semuanya minta kelapa sawit,” kata Prabowo.
Dia pun menanggapi kritik terhadap pengembangan sawit nasional dengan menegaskan bahwa kebijakan tersebut dijalankan demi kepentingan nasional.
“Ya, untuk rakyat Indonesia,” tandasnya.
Baca tanpa iklan