Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Momen Dramatis Dering Telepon di Kertanegara, Susno Duadji: Prabowo Tahu Dalang Pasar Modal Anjlok

Sebuah momen dramatis terungkap dalam pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh kritis di kediaman Kertanegara.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Prabowo menerima laporan pasar modal anjlok dan langsung bertindak tegas, bahkan dalam pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh kritis, ia mendapat telepon yang mengonfirmasi seorang pejabat regulator “diminta mundur”.
  • Susno Duadji menyebut Presiden geram terhadap praktik tata kelola yang dinilai merugikan negara, termasuk dugaan konflik kepentingan regulator serta gaji dan tantiem fantastis direksi BUMN/Bank Himbara yang dianggap tidak masuk akal di tengah kondisi rakyat.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah momen dramatis terungkap dalam pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh kritis di kediaman Kertanegara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, yang hadir dalam pertemuan 5 jam tersebut, membocorkan detik-detik menegangkan saat Presiden menerima telepon penting terkait anjloknya pasar modal Indonesia.

Susno menceritakan, awalnya Prabowo menyinggung kondisi pasar modal yang sempat anjlok tajam pada hari Kamis, sehari sebelum pertemuan.

Prabowo, kata Susno, sangat paham ada pihak yang seharusnya menjadi regulator namun justru ikut 'bermain'.

"Beliau tahu ternyata, ini pasar modal anjlok. Sampai begini, ini ada yang bermain. Yang mestinya jadi regulator tapi jadi pemain," kata Susno menirukan kekesalan Prabowo, dalam wawancara eksklusif dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, Senin (2/2/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Kejutan terjadi dua jam setelah obrolan berlangsung. Sebuah panggilan telepon masuk ke Presiden Prabowo.

Susno menggambarkan momen itu sebagai bukti ketegasan Prabowo.

"Enggak tahunya baru kira-kira dua jam kita bertemu, beliau dapat telepon, terus beritahu pada kita. 'Nah, betul,' katanya. 'Sudah itu, sudah mundur'," cerita Susno.

Susno menegaskan, mundurnya pejabat tersebut bukanlah sebuah aksi heroik, melainkan karena 'diminta' mundur oleh Presiden akibat ulahnya yang membuat pasar modal goyang.

"Rupanya itu bukan mengundurkan diri, memang diminta mundur. Jadi bukan pahlawan bahwa dia 'Wah tanggung jawab saya mundur', bukan!" tegas Susno sambil tertawa.

Selain isu pasar modal, Susno juga mengungkap kemarahan Prabowo terhadap gaji fantastis direksi BUMN dan Bank Himbara yang dinilai tidak masuk akal di tengah kesulitan rakyat.

Bahkan, ada yang meminta tantiem hingga Rp 40 miliar.

"Beliau marah sekali. Gaji Direksi BUMN sangat mengerikan, kalahkan gaji Presiden Amerika," pungkas Susno.

Berikut petikan wawancara khusus Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra;

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas