Mahfud MD Apresiasi KPK: OTT Beruntun Jadi Sinyal Serius Perangi Korupsi
Mahfud MD mengapresiasi langkah KPK yang aktif melakukan OTT di berbagai daerah, termasuk OTT di Bea Cukai hingga KPP Banjarmasin
Penulis:
Galuh Widya Wardani
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Mahfud MD, memberikan apresiasi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah aktif melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di berbagai daerah
- Mulai dari kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di lingkungan Bea Cukai dan praktik suap Wakil Ketua PN Depok Depok, Bambang Setyawan
- Juga praktik suap yang dilakukan Wakil Ketua PN Depok Depok, Bambang Setyawan, dalam rangka untuk memuluskan penanganan perkara
TRIBUNNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan geliat baru pada awal tahun 2026.
Serangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di berbagai daerah dinilai sebagai sinyal keseriusan negara dalam memerangi korupsi.
Terkait hal itu, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, memberikan apresiasi.
Menurutnya, sejak memasuki 2026, KPK mulai memperlihatkan 'taring'-nya melakukan operasi senyap di sejumlah wilayah.
Mahfud menilai langkah KPK ini memperlihatkan adanya perkembangan positif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Meskipun demikian, ia mengingatkan kepada KPK agar tak melupakan kasus-kasus besar lainnya.
Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam cuitannya di X (Twitter) pada Kamis (5/2/2026).
"Memasuki tahun 2026 KPK mulai bangkit. OTT sana-sini. Pemerintah mulai memberi ruang kepada KPK untuk beraksi, meskipun belum lincah menyentuh kasus-kasus besar. Ini perkembangan bagus. Eksistensi KPK secara yuridis makin kuat karena fungsinya masuk di dlm KUHAP. Ayo kita bersamai KPK" demikian tulis Mahfud MD.
Mahfud menilai eksistensi lembaga antirasuah kini memiliki landasan hukum yang lebih kokoh karena fungsi KPK telah diakomodasi secara eksplisit dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Penguatan tersebut, menurutnya, menjadi modal penting agar KPK dapat bekerja lebih optimal ke depan.
Operasi senyap yang belakangan dilakukan KPK di beberapa wilayah seperti OTT di Jakarta dan Lampung untuk membongkar kasus korupsi Bea Cukai, baru-baru ini.
Baca juga: Anggota Komisi III DPR Abdullah Sorot Hakim PN Depok Kena OTT KPK: Kalau Serakah, Ya Akan Korupsi
Lalu OTT di Depok, Jawa Barat, KPK berhasil mengamankan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Depok Bambang Setyawan pada Kamis (5/2/2026) malam.
KPK juga melakukan OTT di Banjarmasin dan menetapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono (MLY), sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengajuan restitusi pajak.
Berikut peristiwa lengkap OTT KPK di berbagai daerah.
OTT Kasus Bea Cukai
Pada Rabu (4/2/2026), KPK melakukan OTT di dua wilayah, yakni Jakarta dan Lampung.
Baca tanpa iklan