Tiga Bulan Pascabanjir Aceh, Luka Masih Basah tapi Perhatian Publik Menghilang
Di tengah luka yang belum pulih, usai 3 bulan banjir melanda Aceh perhatian publik dan atensi pemerintah justru kian meredup.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Janji pembangunan hunian layak sementara pun belum terealisasi hingga hampir memasuki bulan ketiga pascabencana. Konstruksi belum dimulai karena masih terkendala pencarian lahan.
Perhatian yang Tak Kunjung Datang
Novita menyebut, meski pemerintah pusat telah membentuk satuan tugas pemulihan dan rekonstruksi, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak wilayah terdampak yang luput dari prioritas.
Fokus penanganan pada satu daerah membuat kabupaten lain yang terdampak “lebih kecil” justru terabaikan, padahal dampaknya tetap signifikan bagi kehidupan warga.
“Masih basah luka itu dan sayangnya percakapan di publik. Kemudian juga atensi dari pemerintah juga memang bisa kita bilang sangat menurun jauh. Jadi kita perlu mempercakapkan kembali,” tegas Novita.
Tiga bulan pascabencana, Aceh masih bergulat dengan luka yang belum sembuh.
Di saat sorotan kamera meredup, warga terus bertahan di tengah keterbatasan, menunggu perhatian yang tak kunjung datang.