Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tiga Bulan Pascabanjir Aceh, Luka Masih Basah tapi Perhatian Publik Menghilang

Di tengah luka yang belum pulih, usai 3 bulan banjir melanda Aceh perhatian publik dan atensi pemerintah justru kian meredup.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tiga Bulan Pascabanjir Aceh, Luka Masih Basah tapi Perhatian Publik Menghilang
Serambinews.com/Asnawi Luwi
KAYU MENUMPUK - Material banjir bandang batu dan kayu gelondongan menumpuk di lokasi banjir bandang Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Kamis (8/1/2026). Material bebatuan dan tanah masih menempel di pemukiman penduduk. Di tengah luka yang belum pulih, usai 3 bulan banjir melanda Aceh perhatian publik dan atensi pemerintah justru kian meredup. 

Janji pembangunan hunian layak sementara pun belum terealisasi hingga hampir memasuki bulan ketiga pascabencana. Konstruksi belum dimulai karena masih terkendala pencarian lahan.


Perhatian yang Tak Kunjung Datang

Novita menyebut, meski pemerintah pusat telah membentuk satuan tugas pemulihan dan rekonstruksi, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak wilayah terdampak yang luput dari prioritas.

Fokus penanganan pada satu daerah membuat kabupaten lain yang terdampak “lebih kecil” justru terabaikan, padahal dampaknya tetap signifikan bagi kehidupan warga.

“Masih basah luka itu dan sayangnya percakapan di publik. Kemudian juga atensi dari pemerintah juga memang bisa kita bilang sangat menurun jauh. Jadi kita perlu mempercakapkan kembali,” tegas Novita.

Tiga bulan pascabencana, Aceh masih bergulat dengan luka yang belum sembuh. 

Di saat sorotan kamera meredup, warga terus bertahan di tengah keterbatasan, menunggu perhatian yang tak kunjung datang.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas