Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PDIP: Yang Penting Sekarang Kerja untuk Rakyat Dulu, Pemilu Masih Jauh

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa pembahasan mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih jauh.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa pembahasan mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih jauh.
  • Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah bekerja untuk rakyat, bukan membahas demokrasi elektoral.
  • Hasto Kristiyanto berpandangan bahwa demokrasi tak hanya semata soal elektoral dan persaingan.

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa pembahasan mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih jauh.

Saat ini, sambungnya, yang terpenting adalah bekerja untuk rakyat, bukan membahas demokrasi elektoral.

"Ya, yang penting sekarang kerja untuk rakyat dulu. Pemilu masih jauh," ucap Hasto di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Hasto lantas menyinggung kasus siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YBR (10) yang mengakhiri hidupnya setelah ibunya tidak bisa membelikan buku dan pena.

"Ya, kita lihat apa yang terjadi di NTT. Ada anak sekolah yang harus bunuh diri karena tidak bisa menjadi membeli alat tulis. Itu pukulan kemanusiaan kita, tamparan buat kita semuanya," ujarnya.

Hasto Kristiyanto berpandangan bahwa demokrasi tak hanya semata soal elektoral dan persaingan. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi jangan dibawa demokrasi ini elektoral. Lalu setiap hari hanya berbicara tentang election. Lebih baik kita bicara demokrasi substansial, demokrasi untuk rakyat," tuturnya. 

Ia menegaskan bahwa partai politik (parpol) seharusnya bergerak ke lapangan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

"Partai juga harus bergerak turun ke bawah untuk ikut mengatasi masalah-masalah itu," jelasnya.

Sikap PDIP: Koalisi dengan Rakyat

Sementara itu, Partai Golkar mendorong pembentukan koalisi permanen untuk menopang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Gagasan itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, dalam tasyakuran HUT ke-58 Fraksi Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: PDIP Sepakat Usul Abraham Samad & Jokowi soal KPK Kembali ke UU Lama, Dorong Penyidik Independen

“Seluruh kebijakan Fraksi Partai Golkar harus mendukung astacita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kita sudah membangun satu koalisi dan kita mendorong sebenarnya agar terjadi koalisi permanen,” ujarnya.

Namun, PDIP mengambil sikap berbeda, bagi mereka koalisi permanen adalah bersama rakyat—bukan antar-elite partai.

Hasto Kristiyanto menegaskan kerja sama utama partainya bukan antar-elite, melainkan dengan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas