Langkah dan Sikap Kompolnas Usai Kasus Brimob Tual Tewaskan Pelajar
Kompolnas ungkap langkah konkret dan sikap usai kasus Brimob Tual tewaskan pelajar 14 tahun, pastikan transparansi dan cegah keberulangan.
Tayang:
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Acos Abdul Qodir
HO/IST
KOMPOLNAS – Komisioner Kompolnas M Choirul Anam berada di Ambon, Maluku, Selasa (24/2/2026). Besok ia akan ke Tual memeriksa TKP penganiayaan Bripda Masias Victoria Siahaya terhadap Arianto Tawakal (14) hingga tewas.
Sekitar pukul 02.00 WIT, tim menerima informasi adanya keributan di area Tete Pancing. Mereka bergerak menuju Desa Fiditan untuk membubarkan aksi balap liar.
Tak lama kemudian, dua sepeda motor yang dikendarai Arianto Tawakal (14) dan kakaknya Nasrim Karim (15) melintas dari arah Desa Ngadi.
Masias diduga mengayunkan helm taktikal ke arah keduanya. Helm mengenai pelipis Arianto hingga terjatuh, lalu motornya menabrak motor Nasrim.
Akibatnya, Arianto kritis dan kemudian meninggal di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, sementara Nasrim mengalami patah tulang tangan kanan.
Polisi menuding korban terlibat balap liar, namun ayah korban, Riziq Tawakal, membantah keras tudingan tersebut.
Berita Populer
Berita Terkini
Baca tanpa iklan