Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Guru Honorer: Antara Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dan Realitas Gaji Pas-Pasan  

Guru honorer gugat APBN 2026 ke MK, soroti gaji minim dan anggaran pendidikan yang terdampak program MBG

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Guru Honorer: Antara Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dan Realitas Gaji Pas-Pasan  
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
UJI APBN 2026 - Guru Honorer Reza Sudrajat usai mengajukan perbaikan permohonan pengujian Undang-undang Nomor 17 tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026 di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Tribunnews/Mario Christian Sumampow 

Tak jarang gaji guru honorer datang terlambat, bahkan ada pula yang  baru mengantonginya per tiga bulan.

"Upah guru itu rata-rata jauh di bawah upah minimum kabupaten/kota atau provinsi sekalipun, itu yang pertama. Yang kedua ada sistem rapel atau penundaan gaji," ujarnya.

Lantas, apa yang membuat Reza masih bertahan untuk menjadi seorang guru? Sebuah profesi yang katanya tanpa tanda jasa.

Pria kelahiran 1995 ini ternyata masih punya harapan.

"Mimpi besar saya itu yang di mana guru-guru kita itu dalam kondisi yang sejahtera," tuturnya.

Bagi Reza, kondisi guru yang sejahtera menjadi kunci untuk tercapainya pendidikan yang, seperti kata dia, bagus.

Selain itu, menjadi seorang guru adalah sebuah profesi yang menurutnya mulia. Bagi Reza, pondasi bangsa dan negara juga tak lepas dari peran seorang guru.

Rekomendasi Untuk Anda

Mimpi itu masih ia genggang, meski harus menelan pil pahit ketika ia mulai sadar ihwal kondisi kesejahteraan guru.

"Tapi waktu itu saya belum tahu ternyata oh gaji guru tuh ternyata kecil ya," ucapnya lirih.

"Dan ternyata meskipun katakanlah kami dianggap pahlawan tanpa tanda jasa, sebenarnya kami tuh enggak benar-benar dianggap pahlawan," lanjut Reza.

Hal tersebut Reza ungkap dengan penuh keyakinan dan bukan tanpa dasar.

Ia turut menyinggung pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Budhi Sadewa yang beberapa waktu sempat ditanyai awak media soal sejumlah pengujian UU APBN di MK.

Pria pengganti Sri Mulyani itu menyebut permohonan para pemohon lemah.

"Karena dari cara pemerintah menanggapi. Teman-teman bisa lihat sendiri pernyataan menteri kayak gimana soal ketika guru honorer menggugat dan seolah-olah kayak ngeremehin," jelas Reza.

Guru Honorer dan Pinjol

Pinjaman online atau pinjol adalah jasa yang akrab dengan guru honorer. Setidaknya begitu klaim Reza.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas