Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua Komisi III DPR Usir Perwakilan Pengembang Perumahan saat Rapat Polemik Musala di Bekasi

Suasana rapat mulai memanas saat Habiburokhman meminta penjelasan PT HDP terkait pembukaan akses jalan menuju musala

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ketua Komisi III DPR Usir Perwakilan Pengembang Perumahan saat Rapat Polemik Musala di Bekasi
Tribunnews.com/Fersianus Waku
POLEMIK MUSALA BEKASI - Saat perwakilan pengembang PT Hasana Damai Putra (HDP) menghadiri rapat dengar pendapat umum (RPDU) dengan Komisi III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengusir perwakilan pengembang PT Hasana Damai Putra (HDP) dari ruang rapat Komisi III, kompleks parlemen
  • Suasana rapat mulai memanas saat Habiburokhman meminta penjelasan PT HDP terkait pembukaan akses jalan menuju musala
  • Menurut Habiburokhman, seharusnya pihak pengembang sudah membuka akses jalan sesuai hasil RDP yang digelar akhir tahun 2025 lalu

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengusir perwakilan pengembang PT Hasana Damai Putra (HDP) dari ruang rapat Komisi III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Hal ini terjadi saat Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang membahas polemik penutupan akses jalan menuju Musala Ar Rahman di Cluster Neo Vasana, Kota Harapan Indah, Bekasi.

Baca juga: Komisi III DPR Panggil Jaksa yang Menuntut Mati ABK Fandi di Kasus 2 Ton Sabu

Suasana rapat mulai memanas saat Habiburokhman meminta penjelasan PT HDP terkait pembukaan akses jalan menuju musala

Menurut Habiburokhman, seharusnya pihak pengembang sudah membuka akses jalan sesuai hasil RDP yang digelar akhir tahun 2025 lalu.

Namun, perwakilan PT HDP justru menyinggung kehadiran masyarakat di luar warga Cluster Neo Vasana yang turut serta dalam rapat tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu sontak memancing emosi Habiburokhman yang menilai pihak pengembang tidak berhak mengatur peserta rapat.

"Bukan urusan Anda, Anda jawab atau keluar," kata Habiburokhman.

"Jawab saja mengapa Anda tidak laksanakan keputusan Komisi III," ujarnya.

Baca juga: Momen Ibunda Fandi Ramadhan Mengusap Air Mata ketika Mengadu ke Komisi III DPR

Setelah ditegur, pihak PT HDP mencoba menjelaskan alasan di balik penutupan akses jalan tersebut. Mereka berdalih enggan membuka akses karena adanya ancaman tuntutan hukum.

Namun, penjelasan tersebut dinilai berputar-putar oleh Habiburokhman selaku pimpinan rapat. 

"Saya minta jangan dihentikan dulu Ketua ya," ucap pengembang. 

Merasa tersinggung dengan ucapan tersebut, Habiburokhman lalu mengusirnya keluar. 

"Saya yang ngatur Pak, Anda keluar. Pamdal tolong dikeluarkan nih orang, tidak efektif ini rapat," tegasnya. 

Inti Persoalan

  • Warga di cluster Vasana dan Neo Vasana menuntut dibukanya akses langsung melalui tembok cluster menuju Musala Ar-Rahman, tempat ibadah yang dibangun di luar area perumahan yang dikelola oleh PT Hasana Damai Putra. Namun, pengembang menolak membuka akses tersebut, dengan alasan keamanan, tata kelola kawasan, dan keberatan sebagian warga lain.
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas