Ketua Komisi III DPR Usir Perwakilan Pengembang Perumahan saat Rapat Polemik Musala di Bekasi
Suasana rapat mulai memanas saat Habiburokhman meminta penjelasan PT HDP terkait pembukaan akses jalan menuju musala
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengusir perwakilan pengembang PT Hasana Damai Putra (HDP) dari ruang rapat Komisi III, kompleks parlemen
- Suasana rapat mulai memanas saat Habiburokhman meminta penjelasan PT HDP terkait pembukaan akses jalan menuju musala
- Menurut Habiburokhman, seharusnya pihak pengembang sudah membuka akses jalan sesuai hasil RDP yang digelar akhir tahun 2025 lalu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengusir perwakilan pengembang PT Hasana Damai Putra (HDP) dari ruang rapat Komisi III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Hal ini terjadi saat Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang membahas polemik penutupan akses jalan menuju Musala Ar Rahman di Cluster Neo Vasana, Kota Harapan Indah, Bekasi.
Baca juga: Komisi III DPR Panggil Jaksa yang Menuntut Mati ABK Fandi di Kasus 2 Ton Sabu
Suasana rapat mulai memanas saat Habiburokhman meminta penjelasan PT HDP terkait pembukaan akses jalan menuju musala.
Menurut Habiburokhman, seharusnya pihak pengembang sudah membuka akses jalan sesuai hasil RDP yang digelar akhir tahun 2025 lalu.
Namun, perwakilan PT HDP justru menyinggung kehadiran masyarakat di luar warga Cluster Neo Vasana yang turut serta dalam rapat tersebut.
Hal itu sontak memancing emosi Habiburokhman yang menilai pihak pengembang tidak berhak mengatur peserta rapat.
"Bukan urusan Anda, Anda jawab atau keluar," kata Habiburokhman.
"Jawab saja mengapa Anda tidak laksanakan keputusan Komisi III," ujarnya.
Baca juga: Momen Ibunda Fandi Ramadhan Mengusap Air Mata ketika Mengadu ke Komisi III DPR
Setelah ditegur, pihak PT HDP mencoba menjelaskan alasan di balik penutupan akses jalan tersebut. Mereka berdalih enggan membuka akses karena adanya ancaman tuntutan hukum.
Namun, penjelasan tersebut dinilai berputar-putar oleh Habiburokhman selaku pimpinan rapat.
"Saya minta jangan dihentikan dulu Ketua ya," ucap pengembang.
Merasa tersinggung dengan ucapan tersebut, Habiburokhman lalu mengusirnya keluar.
"Saya yang ngatur Pak, Anda keluar. Pamdal tolong dikeluarkan nih orang, tidak efektif ini rapat," tegasnya.
Inti Persoalan
- Warga di cluster Vasana dan Neo Vasana menuntut dibukanya akses langsung melalui tembok cluster menuju Musala Ar-Rahman, tempat ibadah yang dibangun di luar area perumahan yang dikelola oleh PT Hasana Damai Putra. Namun, pengembang menolak membuka akses tersebut, dengan alasan keamanan, tata kelola kawasan, dan keberatan sebagian warga lain.
Baca tanpa iklan