Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

BMKG Pantau 3 Bibit Siklon Tropis, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang hingga 4 Meter

BMKG mencatat ada 3 bibit siklon tropis yangberpotensi menjadi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in BMKG Pantau 3 Bibit Siklon Tropis, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang hingga 4 Meter
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
PRAKIRAAN CUACA - Hujan deras mengguyur kawasan Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor. Berikut prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (18/7/2025). BMKG Pantau 3 Bibit Siklon Tropis, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang hingga 4 Meter di Sejumlah Wilayah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • BMKG mengidentifikasi kemunculan 3 bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.
  • Potensi cuaca ekstrem akan terjadi. 
  • Cuaca berupa peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.

Fenomena ini memicu potensi cuaca ekstrem berupa peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Gempa M 6,4 Guncang Sinabang Aceh Siang Ini, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan berdasarkan pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta hingga pukul 07.00 WIB, tiga sistem yang aktif saat ini adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di sebelah barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.

“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar (hoaks)," kata Faisal pada siaran pers, Selasa (3/3/2026). 

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa Bibit Siklon 90S memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan. 

Baca juga: Prospek Cuaca di Indonesia 2 - 8 Maret 2026: Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Selatan Jawa

Sedangkan 93S dan 92P berpeluang rendah, namun tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia.

“Kemunculan ketiga bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan serta memicu pemusatan massa udara. Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia, serta terbentuknya area pertemuan angin (konfluensi) di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

BMKG mencatat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Selain itu, potensi angin kencang juga mengintai wilayah Bali, DI Yogyakarta, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan pesisir selatan Papua Selatan.

Dampak lainnya terlihat di sektor kelautan. Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menyebut peningkatan kecepatan angin berdampak pada kondisi perairan.

Gelombang kategori sedang hingga tinggi setinggi 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.

Bahkan, gelombang tinggi 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, selatan Banten hingga Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas