Perang Iran Vs AS-Israel, Indonesia Nyatakan KTT D-8 Tetap Jalan Sesuai Jadwal
Kemlu RI menyatakan jadwal KTT Developing Eight Organization for Economic Cooperation yang direncanakan berlangsung pada April 2026 tetap jalan.
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Keanggotaan Iran di Developing Eight Organization for Economic Cooperation (D-8) tak berubah
- Indonesia terus melakukan berbagai persiapan untuk penyelenggaraan KTT D-8
- D-8 smerupakan organisasi kerja sama ekonomi yang beranggotakan delapan negara berkembang, yakni Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Iran, Turki, Mesir, dan Nigeria
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan jadwal Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight Organization for Economic Cooperation (D-8) yang direncanakan berlangsung pada April 2026 tetap berjalan sesuai jadwal.
Indonesia saat ini memegang keketuaan D-8 sejak 1 Januari 2026 dan akan menjalankan peran tersebut sampai akhir 2027.
Sebagai ketua D-8, Indonesia masih terus melakukan berbagai persiapan untuk penyelenggaraan forum tersebut.
D-8 sendiri merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang beranggotakan delapan negara berkembang, yakni Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Iran, Turki, Mesir, dan Nigeria.
Forum pertemuan para pemimpin negara anggota D-8 ini berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi.
Baca juga: Mengupas Tuntas Keberhasilan Operasi Militer Amerika Serikat dan Israel di Iran
Organisasi ini dibentuk pada tahun 1997 di Istanbul, Turki dengan tujuan meningkatkan kerja sama ekonomi antarnegara berkembang.
“Khusus terkait KTT D-8 yang akan dijadwalkan pada April, semua persiapan terus berjalan dan saat ini, hingga saat ini Indonesia tetap melakukan berbagai persiapan yang diperlukan dan terus berkomunikasi dengan seluruh anggota D-8, khususnya terkait dengan kondisi dan situasi di lapangan yang terjadi saat ini,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dan melibatkan Iran yang notabene negara anggota D-8, Indonesia memastikan bahwa status keanggotaan Tehran tidak berubah.
Baca juga: Cak Imin Nilai Prabowo Punya Kapasitas Jadi Penengah Konflik Iran dengan Israel-AS
Perihal situasi di lapangan, Indonesia juga terus menjalin komunikasi dengan setiap negara anggota untuk memastikan kesiapan pelaksanaan forum tahunan ini.
“Keanggotaan Iran, as far as I am concern, masih. Cuma yang mau saya sampaikan mungkin sekali lagi kita tekankan Indonesia sebagai Ketua D-8 saat ini terus berkomunikasi secara erat dengan anggota D-8 untuk memastikan terkait dengan kondisi di lapangan, dan persiapan masih tetap jalan sampai saat ini," katanya.
Sebagai pemegang keketuaan, Indonesia juga terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah secara cermat.
Indonesia turut mendorong semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan langkah deeskalasi di tengah situasi yang berkembang di kawasan Timur Tengah.
"Kita terus mengikuti perkembangan di lapangan secara seksama dan sebagai Ketua D-8 kita juga terus menekankan pentingnya deeskalasi dan berbagai pihak untuk terus menahan diri,” kata Yvonne.
Konflik AS-Israel dan Iran
Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Baca tanpa iklan