DPR Heran Tiket Lebaran Jakarta-Manado Rp11 Juta: Lebih Murah ke Luar Negeri
DPR heran tiket Lebaran Jakarta-Manado tembus Rp11 Juta! Kok lebih murah terbang ke luar negeri? Simak fakta miris harga tiket mudik di sini!
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Cek aplikasi travel, Ketua Komisi V DPR temukan tiket Jakarta-Manado tembus Rp11 juta!
- Miris! Harga penerbangan domestik saat Lebaran justru lebih mahal dibanding ke Singapura dan Malaysia.
- DPR desak pemerintah hapus pajak "barang mewah" agar harga tiket mudik tak mencekik rakyat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti tajam fenomena melambungnya harga tiket pesawat menjelang mudik Lebaran 2026.
Pernyataan tersebut ditegaskan Lasarus dalam Rapat Kerja terkait persiapan mudik Lebaran 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (11/3/2026), yang turut dihadiri oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Lasarus mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait harga tiket pesawat domestik yang dinilai terlalu tinggi.
Untuk membuktikannya, ia melakukan pengecekan langsung secara real-time.
“Saya coba cek di Traveloka, tiket Jakarta–Manado tanggal 17 Maret itu sekitar Rp11 juta untuk one way,” ujar Lasarus dengan nada heran.
Anomali Harga: Lebih Murah Terbang ke Singapura
Temuan Lasarus tidak berhenti di situ. Ia mengungkapkan bahwa harga tiket rute Jakarta–Jayapura bahkan mencapai sekitar Rp15,7 juta.
Anomali harga ini semakin terlihat saat ia membandingkan rute domestik dengan sejumlah penerbangan internasional yang justru jauh lebih murah.
“Jakarta–Kuala Lumpur sekitar Rp8 juta, Jakarta–Bangkok Rp13 juta, Jakarta–Singapura sekitar Rp9 juta. Jadi memang ada kecenderungan terbang di dalam negeri lebih mahal daripada ke luar negeri,” kata Lasarus.
Ia pun membandingkan kondisi di Indonesia dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang harga tiket domestiknya jauh lebih terjangkau.
Menurutnya, kondisi ini merupakan "keanehan" yang harus segera diurai pemerintah bersama pelaku industri penerbangan.
Baca juga: Menhub: 146 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Transportasi Pribadi Masih Mendominasi
Pesawat Bukan Lagi Barang Mewah
Lasarus menilai ada sejumlah faktor kebijakan yang menyebabkan harga tiket di Indonesia relatif mahal, salah satunya adalah pengenaan pajak.
Ia mengkritik status tiket pesawat yang hingga kini masih dikategorikan sebagai barang mewah.
“Di Indonesia naik pesawat masih dianggap barang mewah, padahal sekarang sudah digunakan oleh banyak masyarakat,” tegasnya.
Selain pajak, Lasarus menyinggung tingginya biaya impor suku cadang pesawat serta harga bahan bakar avtur yang turut memengaruhi harga tiket.
Ia meminta pemerintah bersama maskapai mencari formulasi tepat untuk menekan harga tanpa mengganggu operasional penerbangan.
Baca tanpa iklan