Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Komitmen Sumbang 1 Miliar Dolar AS untuk BoP
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD 1 miliar kepada BoP
- Ia juga menegaskan bahwa tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP
- Presiden menyampaikan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut, namun hanya melalui kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza, bukan dana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD 1 miliar kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
“Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar,” ujar Prabowo dalam wawancaranya, ditulis Minggu (22/3/2026).
Baca juga: Prabowo Ungkap Kronologi dan Alasan Indonesia Bersama Negara Mayoritas Muslim Lain Gabung BoP
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP.
Hal ini, lanjutnya, terlihat dari absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors sebelumnya.
Baca juga: Kritik Kremlin dan Ilusi BoP: Akrobat Diplomasi Indonesia Kehilangan Kompas Moralnya
“Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” tegas Prabowo.
Presiden menyampaikan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut, namun hanya melalui kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza, bukan dana.
“Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” katanya.
Meski demikian, Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan tetap mengikuti perkembangan ke depan ketika pembangunan kembali Gaza dapat dimulai, maka kemungkinan kontribusi Indonesia akan dipertimbangkan.
“Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana,” jelasnya.
Namun demikian, ia kembali menegaskan bahwa tidak ada komitmen untuk membayar iuran sebagai anggota BoP.
“Tidak ada komitmen sama sekali,” pungkas Presiden.
Baca juga: Prabowo Ungkap Alasan RI Tak Keluar dari BoP: Berjuang Demi Palestina
Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP) pada Maret 2026 bersama tujuh negara mayoritas Muslim. Presiden Prabowo Subianto menegaskan langkah ini bertujuan memperkuat dukungan diplomasi internasional bagi kemerdekaan Palestina, namun keanggotaan Indonesia bersifat evaluatif dan tidak termasuk komitmen finansial sebesar 1 miliar dolar.
Latar Belakang
- BoP (Board of Peace) adalah forum perdamaian internasional yang digagas Amerika Serikat bersama sejumlah negara mayoritas Muslim.
- Indonesia bergabung setelah diskusi intensif dengan delapan negara lain, dengan fokus pada isu Palestina dan solusi dua negara (two-state solution).
- Keputusan diumumkan oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan di Hambalang, Bogor, pada 17 Maret 2026.
Baca tanpa iklan