Kepuasan Penumpang Kereta Api Tembus 92,1 Persen saat Mudik Lebaran 2026
Kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel kian menguat pada momentum arus mudik Lebaran 2026.
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Selain faktor kenyamanan, efisiensi waktu dan tingkat keamanan menjadi alasan utama masyarakat memilih kereta api, khususnya pada periode arus mudik yang identik dengan lonjakan penumpang.
- Transformasi digital juga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan pengalaman pengguna.
- Komitmen terhadap lingkungan turut mempengaruhi pilihan masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel kian menguat pada momentum arus mudik Lebaran 2026.
Di tengah tingginya mobilitas, padatnya jalur darat, serta kebutuhan perjalanan yang cepat, aman, dan efisien, kereta api justru tampil sebagai pilihan utama yang tidak hanya mampu menjawab tantangan tersebut, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman berkat transformasi layanan yang terus dilakukan.
Hal ini tercermin dari hasil riset NEXT, unit bisnis riset milik Kantor Berita ANTARA, yang mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) mencapai 92,1 persen.
Survei yang dilaksanakan pada 20–21 Maret 2026 itu melibatkan 536 responden yang tersebar di sejumlah stasiun utama di Pulau Jawa, mulai dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen di Jakarta, Tugu dan Lempuyangan di Yogyakarta, Bandung dan Kiaracondong, hingga Tawang, Poncol, Pasar Turi, dan Gubeng.
Hasilnya memperlihatkan bahwa kereta api tidak lagi sekadar alternatif, melainkan telah menjadi moda transportasi andalan masyarakat saat mudik.
Direktur Komersial, Pengembangan Bisnis, dan TI ANTARA, Rachmat Hidayat, menilai tingginya tingkat kepuasan tersebut menunjukkan kepercayaan publik yang semakin kuat terhadap kereta api sebagai moda transportasi massal.
Ia menyebutkan, selain faktor kenyamanan, efisiensi waktu dan tingkat keamanan menjadi alasan utama masyarakat memilih kereta api, khususnya pada periode arus mudik yang identik dengan lonjakan penumpang.
Transformasi digital juga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan pengalaman pengguna.
Dominasi pembelian tiket secara online yang mencapai 86,6 persen menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin adaptif terhadap layanan digital.
Proses boarding pun dinilai semakin mudah, dengan tingkat kepuasan mencapai 93,7 persen, meskipun sebagian besar penumpang masih menggunakan metode manual dibandingkan teknologi face recognition.
Dari sisi demografi, responden didominasi oleh generasi Z sebesar 66 persen, disusul milenial 18,3 persen. Mayoritas responden juga berasal dari kalangan pelajar atau mahasiswa sebesar 41,2 persen, diikuti pegawai swasta 35,1 persen.
Penilaian terhadap fasilitas stasiun juga menunjukkan hasil positif. Kebersihan ruang tunggu dinilai baik oleh 86,6 persen responden, kebersihan toilet 84,3 persen, serta ketanggapan petugas mencapai 91,1 persen.
Selain itu, integrasi antarmoda dinilai baik oleh 86 persen responden dan kemudahan akses layanan di wilayah perkotaan mencapai 93,7 persen.
Sementara itu, di dalam kereta, kelas ekonomi masih menjadi pilihan utama dengan porsi 58 persen, disusul kelas eksekutif 36,9 persen.
Tingkat kenyamanan gerbong dinilai baik oleh 88,2 persen responden, kebersihan ruang kereta 92 persen, serta pelayanan petugas di dalam kereta 92,6 persen.
Baca tanpa iklan