Respons Tudingan Industri EO jadi Sarang Korupsi, Kawendra Pertimbangkan Langkah Hukum
Kawendra menegaskan industri event organizer adalah sektor penting yang mendukung visi Presiden Prabowo menciptakan lapangan kerja.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Kawendra Lukistian menilai pernyataan yang menyebut industri EO sebagai “sarang korupsi” sebagai logika sesat dan berpotensi merusak citra industri kreatif.
- Kawendra menegaskan industri event organizer adalah sektor penting yang mendukung visi Prabowo Subianto dalam menciptakan lapangan kerja, serta menjadi tulang punggung ekonomi kreatif, bukan beban anggaran.
- Kawendra juga mempertimbangkan langkah hukum untuk menjaga reputasi pelaku industri kreatif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian angkat bicara terhadap industri event organizer (EO) yang disebut sebagai ‘sarang korupsi’ oleh mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.
Kawendra menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan logika yang sesat dan berpotensi merusak citra industri kreatif di Tanah Air.
Menurutnya, industri EO justru merupakan salah satu unsur utama penggerak ekonomi bangsa yang nyata.
"Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa. Sesat logika yang disampaikan oleh yang bersangkutan tentu sangat berbahaya," ujar Kawendra Lukistian, Jumat (3/4/2026).
Ketua Umum DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) ini menjelaskan bahwa sektor ekonomi kreatif, termasuk di dalamnya industri EO, merupakan tulang punggung penciptaan lapangan kerja baru sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai, narasi negatif yang menyudutkan industri ini secara menyeluruh bisa berdampak buruk bagi jutaan pekerja kreatif yang menggantungkan hidup di sektor tersebut.
"Industri EO itu bukan beban anggaran, melainkan penggerak ekonomi kreatif," tegas Kawendra.
Lebih lanjut, Kawendra memaparkan data konkret mengenai kontribusi industri EO terhadap perekonomian nasional.
Berdasarkan catatannya, industri ini memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp128 triliun.
Selain itu, sektor ini melibatkan lebih dari 14.800 UMKM, lebih dari 270 ribu pekerja event profesional, hingga jutaan pekerja lepas (freelancer).
"Artinya industri EO adalah penggerak ekonomi bangsa yang riil," imbuhnya.
Kawendra mengingatkan bahwa pesan Presiden Prabowo sangat jelas, yakni negara harus hadir melindungi sektor-sektor produktif yang membuka lapangan pekerjaan dan memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
Oleh karena itu, industri EO harus dijaga martabatnya dan tidak dilemahkan dengan stigma negatif.
Demi menjaga marwah para pelaku ekonomi kreatif, Kawendra pun mempertimbangkan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.
"Demi menjaga marwah pejuang ekraf di sektor Event Organizer (EO), saya mempertimbangkan meminta Bidang Hukum DPP Gekrafs melaporkan ini secara perdata," jelas Kawendra.
Baca tanpa iklan