2.000 ASN Ikuti Seleksi Komcad 2026, Respons atas Dinamika Keamanan Global
Kemhan RI melepas 2.000 ASN dari 49 kementerian untuk seleksi Komcad 2026, perkuat sistem pertahanan negara.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Kementerian Pertahanan RI melepas 2.000 ASN dari 49 kementerian/lembaga untuk mengikuti seleksi Komponen Cadangan TA 2026.
- Acara dipimpin Kabacadnas Letjen TNI Gabriel Lema di Monas, Jakarta.
- Program ini memperkuat sistem pertahanan menghadapi ancaman global, dengan seleksi mental, psikologi, dan jasmani sebelum Latsarmil.
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) melepas 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian/lembaga untuk mengikuti seleksi Komponen Cadangan (Komcad) Tahun Anggaran 2026.
Acara pelepasan ini dipimpin langsung Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Senin (13/4/2026).
Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan bahwa pembentukan Komcad dari unsur ASN merupakan langka untuk memperkuat sistem pertahanan negara di tengah dinamika lingkungan global yang kian kompleks.
"Pertahanan negara bertujuan untuk melindungi kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman termasuk tantangan, hambatan, dan juga gangguan," ujar Gabriel Lema dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa saat ini ancaman yang dihadapi Indonesia terus berkembang. Oleh karena itu, Kemhan melalui Badan Cadangan Nasional terus berupaya memperbesar dan memperkuat sistem pertahanan.
"Saat ini dinamika perkembangan lingkungan strategis telah menciptakan ancaman yang kompleks di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam hal ini Badan Cadangan Nasional terus berupaya memperbesar dan memperkuat sistem pertahanan negara dalam rangka menghadapi ancaman tersebut," tegasnya.
Dijelaskan Gabriel, program ini melibatkan 49 kementerian pusat yang telah melakukan koordinasi intensif dalam menyiapkan calon peserta. Gabriel menyebut sinergi ini akan menjadi proyek percontohan bagi penguatan SDM di tingkat daerah.
"Sinergi kementerian dan lembaga di tingkat pusat akan menjadi pilot project pada tingkat daerah yang sangat bermanfaat dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas tahun 2045," lanjutnya.
Baca juga: ASN Pakai 3 Jenis Seragam Saat Pelatihan Komcad 2026, Loreng Hanya Dipakai Saat Materi Kemiliteran
Sebanyak 2.000 ASN ini akan diberangkatkan menuju enam lembaga pendidikan milik Kemhan dan TNI untuk menjalani seleksi kompetensi yang ketat sebelum memasuki tahap Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).
Seleksi tersebut meliputi aspek mental ideologi, psikologi, hingga jasmani. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa calon anggota Komcad memiliki kesiapan fisik dan mental yang mumpuni.
"Seleksi ini bertujuan untuk memastikan bahwa ASN calon komponen cadangan merupakan warga negara yang terpilih, memiliki kesiapan baik itu fisik dan mental dalam mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran atau Latsarmil nanti," jelas Gabriel.
Meski mengikuti pelatihan militer, Letjen Gabriel Lema memastikan bahwa status dan fungsi birokrasi para ASN tersebut tidak akan berubah. Mereka akan tetap menjalankan tugas pokoknya di instansi masing-masing setelah masa tugas Komcad selesai.
"Komponen cadangan ASN memperluas basis kesiapsiagaan nasional tanpa mengubah struktur birokrasi yang ada serta tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai ASN," tandasnya.
Adapun enam lembaga pendidikan yang menjadi lokasi seleksi dan pendidikan antara lain Puskom Bela Negara Kemhan, Rindam Jaya, Pusdikkes Puskesad, Brigif 1 Pasmar 1, Pusbahasa Kodiklat AU, dan Wingdik 500 Atang Sanjaya.
Baca tanpa iklan