Duduk Perkara Ade Armando-Permadi Arya Dipolisikan Buntut Ceramah JK, Ini Responnya
APAM laporkan Ade Armando & Permadi Arya ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan via konten ceramah JK.
Editor:
Glery Lazuardi
"Saya sekarang ini kembali jadi sasaran tembak. Baru saja saya dikirimi sebuah flyer yang berisi peringatan dari kelompok Bugis Makassar," ungkap Ade.
Dalam selebaran tersebut, terpampang fotonya dengan tulisan mencolok “Wanted Bugis Makassar”. Ia juga mengaku mendapat pesan bernada ancaman melalui WhatsApp.
"Dia bilang saya 'keturunan PKI', terlibat perang di Ambon dan Papua, dan dia bilang kalau saya ke Jawa, dia akan cari saya," imbuhnya.
Meski mendapat tekanan, Ade menegaskan dirinya tidak gentar.
“Saya rasa tidak (perlu khawatir), karena saya sudah biasa hidup di bawah tekanan… selama yang saya lakukan benar, Tuhan akan selalu melindungi,” ujarnya.
Terkait tudingan bahwa dirinya memelintir ceramah JK, Ade membantah dan menyebut konten yang dibuatnya merupakan bentuk klarifikasi, bukan provokasi.
"Judulnya memang terkesan sensasional, tapi terus terang kami tidak mengada-ada. Kami membahas ceramah Pak JK di UGM. Pak JK mengatakan dalam Islam membunuh atau dibunuh orang Kristen akan membawa mati syahid, begitu juga sebaliknya dalam Kristen. Pak JK menegaskan ajaran itu sama," urai Ade.
Ia menegaskan bahwa timnya tidak mengedit pernyataan asli.
"Itu bukan kalimat kami. Saya dan kawan-kawan tidak mengedit-editnya. Kami hanya prihatin mengapa Pak JK mengatakan begitu, apalagi tentang agama orang lain. Kami menganggap pernyataan itu berbahaya karena bisa menyesatkan masyarakat," tegasnya.
Ade juga menyinggung adanya dugaan upaya sistematis untuk merusak reputasinya dengan mengadu domba dirinya dengan kelompok masyarakat dan tokoh nasional.
"Cerita itu diorkestrasikan dengan sangat rapi oleh pembenci saya. Akibatnya wajar kalau banyak kelompok masyarakat yang jadinya membenci saya," katanya.
Ia turut menanggapi narasi yang mengaitkan dirinya dengan upaya kriminalisasi JK, yang menurutnya tidak berdasar.
Di akhir pernyataannya, Ade menegaskan siap menghadapi konsekuensi hukum dan tetap mengajak publik berpikir rasional.
"Intinya apakah saya bersalah atau tidak, saya dengan senang hati menerimanya. Apapun pendapat Anda, yuk gunakan akal sehat. Karena hanya jika kita gunakan akal sehat, Indonesia akan selamat," katanya.
Tulisan ini sebagian sudah tayang di Kompas.TV/Wartakota
Baca tanpa iklan