Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL, Basarnas: Evakuasi Nonstop, Petugas Dibagi Shift-shiftan
KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Basarnas sebut evakuasi membutuhkan penanganan khusus.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Suci BangunDS
"Namun kondisinya masih dalam jepitan material dari kereta tersebut."
Syafii menegaskan, proses evakuasi dilakukan secara nonstop dan para petugas yang dikerahkan bekerja dengan metode shift atau bergiliran.
"Karena itu, operasi yang kita laksanakan kira-kira 30 menit sejak kejadian sampai sekarang kita laksanakan nonstop, tidak ada henti dan kita akan menggunakan shift-shiftan, sehingga seluruh personil yang melakukan tindakan khusus tersebut tidak pernah terjeda dan saat ini masih terus berlangsung," tuturnya.
Syafii juga meminta doa, dan menyatakan bahwa operasi penyelamatan dilakukan secara terbuka.
"Mohon doanya dari seluruh masyarakat, khususnya juga dari teman-teman media, bahwa apa yang kita lakukan semuanya dalam kondisi terbuka," ucap Syafii.
"Kita akan berupaya melakukan yang terbaik untuk bisa mengevakuasi khususnya korban-korban yang kita pertahankan dalam kondisi selamat."
Gerbong KRL yang Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek Mulai Dievakuasi
Tim gabungan dari KAI, TNI, dan Polri mulai melakukan evakuasi terhadap gerbong nomor 10 pada kereta KRL Commuter Line yang ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) pagi.
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, tampak puluhan personel KAI yang dibantu TNI-Polri mulai menarik material KRL yang rusak.
Terlihat juga para petugas menggunakan alat pengait otomatis yang dikaitkan kepada badan gerbong.
Mereka menarik secara manual material gerbong.
Beberapa meter di depan kereta KRL tersebut tampak lokomotif rescue atau kereta api penolong yang akan digunakan untuk menarik gerbong yang tertabrak.
Proses evakuasi terhadap korban telah dihentikan oleh Basarnas.
Hingga saat ini awak media masih menunggu kabar terakhir dari Basarnas untuk mengetahui informasi mengenai korban.
Terakhir berdasarkan pantauan Tribunnews.com, tim gabungan dari Basarnas kembali mengevakuasi dua kantong jenazah.
(Tribunnews.com/Rizki A./Fahdi Fahlevi/Lita Febriani)
Baca tanpa iklan