Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL, Basarnas: Evakuasi Nonstop, Petugas Dibagi Shift-shiftan
KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Basarnas sebut evakuasi membutuhkan penanganan khusus.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB.
- Basarnas menyatakan, evakuasi untuk proses penyelamatan kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur ini dilakukan nonstop.
- Kepala BASARNAS Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, evakuasi membutuhkan penanganan khusus dan personel khusus dalam melakukan ekstrikasi.
TRIBUNNEWS.COM - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan, evakuasi untuk proses penyelamatan kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur dilakukan secara terus-menerus atau nonstop.
Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek (relasi Gambir - Surabaya Pasarturi) menabrak KRL Commuter Line (relasi Kampung Bandan - Cikarang) di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB.
Adapun evakuasi gerbong kedua kereta dilakukan segera setelah terjadi insiden kecelakaan.
Menurut update informasi terbaru hingga Selasa (28/4/2026) siang, tercatat ada 14 korban meninggal dunia, sedangkan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.
Para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit, yakni RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya Bekasi, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, dan RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.
Sementara, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan, korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
"Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," ungkap Bobby dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2026).
Basarnas: Penanganan Khusus, Evakuasi Berlangsung Nonstop
Kepala BASARNAS Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, evakuasi membutuhkan penanganan khusus dan personel khusus dalam melakukan ekstrikasi.
Apalagi, dalam kecelakaan ini, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menyeruduk dan menyatu dengan gerbong bagian belakang KRL Commuter Line.
Ekstrikasi sendiri adalah konsep penyelamatan darurat, biasanya memakai rangkaian alat khusus untuk membuka akses pada kendaraan yang mengalami kecelakaan.
"Kami dari Basarnas atas nama pemerintah sekali lagi mengucapkan duka yang sangat mendalam atas kejadian yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam hari tadi," kata Syafii dalam konferensi pers Selasa (28/4/2026) pagi, dikutip dari tayangan Live KompasTV.
"Saya sampaikan bahwa kondisi kecelakaan ini membutuhkan penanganan khusus, di mana impact yang terjadi dari kereta Argo Bromo dan juga Commuter ini menimbulkan dampak menyatunya loko dengan satu gerbong dari Commuter."
Baca juga: Jenguk Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL, Prabowo Setuju Bangun Fly Over Perlintasan KA
"Sehingga, kami harus melakukan penanganan khusus melibatkan personil-personil yang memang memiliki kemampuan khusus untuk melakukan ekstrikasi secara secara teliti dan juga terukur."
Syafii menjelaskan, proses evakuasi dengan penanganan khusus harus dilakukan dengan sangat hati-hati, sebab masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam gerbong.
"Memang ada beberapa korban yang sampai saat ini masih di dalam, dan kita sangat mengharapkan bisa kita evakuasi dalam kondisi hidup," jelas Syafiil.
Baca tanpa iklan