Idrus Marham Tegaskan Tudingan Tanpa Tabayun Berisiko Jadi Disinformasi
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, tuduhan yang disampaikan tanpa melalui proses tabayun berisiko besar.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Wahyu Aji
Dalam konteks itu, Idrus mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang telah mengambil tindakan terhadap konten yang dinilai mengandung hoaks dan ujaran kebencian.
Idrus menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara etis dan bertanggung jawab.
“Kalau memang ingin menjadi moralis sejati, justru tabayyun itu wajib. Tanpa itu, kritik bisa berubah menjadi fitnah. Bahkan, kebenaran yang disampaikan dengan cara yang salah bisa menimbulkan kerusakan yang lebih besar,” ucapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di tengah derasnya arus digital.
“Jangan kejar viral. Viral itu sesaat, tapi dampaknya bisa panjang. Mari biasakan tabayyun agar ruang publik kita tetap sehat dan bermartabat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Amien Rais dalam video yang beredar luas melontarkan kritik terhadap kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Teddy Indra Wijaya.
Dalam pernyataannya, ia mengaitkan isu tersebut dengan aspek moralitas dan menilai hubungan tersebut telah melampaui batas profesionalitas.
Baca juga: Menteri HAM Natalius Pigai Nilai Amien Rais Langgar HAM Terkait Tudingan ke Prabowo-Teddy
Pernyataan itu pun langsung menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan. Sejumlah pihak menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan, sementara yang lain melihatnya sebagai bagian dari dinamika kritik dalam ruang demokrasi.
Baca tanpa iklan