Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Idrus Marham Tegaskan Tudingan Tanpa Tabayun Berisiko Jadi Disinformasi

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, tuduhan yang disampaikan tanpa melalui proses tabayun berisiko besar.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Idrus Marham Tegaskan Tudingan Tanpa Tabayun Berisiko Jadi Disinformasi
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
TUDINGAN AMIEN RAIS - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar, Idrus Marham saat ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Sabtu (17/5/2025). Ia menegaskan, tuduhan yang disampaikan tanpa melalui proses tabayun berisiko besar berubah menjadi disinformasi di ruang publik. 

Dalam konteks itu, Idrus mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang telah mengambil tindakan terhadap konten yang dinilai mengandung hoaks dan ujaran kebencian.

Idrus menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara etis dan bertanggung jawab.

“Kalau memang ingin menjadi moralis sejati, justru tabayyun itu wajib. Tanpa itu, kritik bisa berubah menjadi fitnah. Bahkan, kebenaran yang disampaikan dengan cara yang salah bisa menimbulkan kerusakan yang lebih besar,” ucapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di tengah derasnya arus digital.

“Jangan kejar viral. Viral itu sesaat, tapi dampaknya bisa panjang. Mari biasakan tabayyun agar ruang publik kita tetap sehat dan bermartabat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Amien Rais dalam video yang beredar luas melontarkan kritik terhadap kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Teddy Indra Wijaya.

Dalam pernyataannya, ia mengaitkan isu tersebut dengan aspek moralitas dan menilai hubungan tersebut telah melampaui batas profesionalitas.

Baca juga: Menteri HAM Natalius Pigai Nilai Amien Rais Langgar HAM Terkait Tudingan ke Prabowo-Teddy

Rekomendasi Untuk Anda

Pernyataan itu pun langsung menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan. Sejumlah pihak menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan, sementara yang lain melihatnya sebagai bagian dari dinamika kritik dalam ruang demokrasi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas