Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengapa Markas Judi Online Internasional Bergeser ke Indonesia dari Kamboja?

Dari penggerebekan itu sebanyak 321 WNA tertangkap tangan sedang melakukan aktivitas operasional judi online.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Mengapa Markas Judi Online Internasional Bergeser ke Indonesia dari Kamboja?
HO/IST
GEREBEK MARKAS JUDOL - Satuan Brimob Polda Metro Jaya bersama personel Bareskrim Polri dikerahkan melakukan operasi penegakan hukum terhadap jaringan judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). (HO) 

Ringkasan Berita:
  • Bareskrim Polri menggerebek markas judi online internasional di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, dan menangkap 321 WNA asal Vietnam, China, Laos, Myanmar, Malaysia, Thailand, serta Kamboja.
  • Polisi menyita uang tunai Rp1,9 miliar, paspor, laptop, dan ponsel.
  • Polri menyebut operasi judi online bergeser dari Kamboja dan Myanmar ke Indonesia setelah penertiban di negara tersebut.
  • Jaringan ini juga beroperasi di Filipina, Timor Leste, Dubai, dan Afrika Selatan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek markas judi online internasional yang dioperasikan ratusan Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara di Gedung Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).

Dari penggerebekan itu sebanyak 321 WNA tertangkap tangan sedang melakukan aktivitas operasional judi online.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra mengatakan dari total 321 orang yang diamankan terdiri dari 57 warga negara China, 228 warga negara Vietnam, 11 warga negara Laos, 13 warga negara Myanmar, 3 warga negara Malaysia, 5 warga negara Thailand, dan 3 warga negara Kamboja.

“Kami telah mengamankan berbagai jenis barang bukti yaitu brankas, paspor, handphone, laptop, PC komputer, dan uang tunai dari berbagai macam negara,” urainya.

Uang tunai rupiah yang disita mencapai Rp1,9 Miliar sedangkan mata uang asing dari beberapa negara masih dalam penghitungan.

Bergeser ke Indonesia dari Kamboja dan Myanmar

Mabes Polri mengungkap adanya pergeseran pola operasi kejahatan siber lintas negara termasuk judi online (judol) dari kawasan Kamboja, Myanmar, dan negara-negara Indochina ke Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperti diketahui aktivitas judi online di Kamboa dan Myanmar mulai melemah setelah basis operasional judol di dua negara itu terus disasar aparat.

Bahkan sebuah markas judol internasional di Kamboja beberapa waktu yang berada di perbatasan dihancurkan oleh militer Thailand.

JUDI ONLINE - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (kiri) bersama Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra (tengah) dan Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Brigjen Pol Untung Widyatmoko (kanan) memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus judi online di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Bareskrim Mabes Polri mengungkap praktik aktivitas pengelola?judi online?(judol) jaringan internasional yang dilakukan secara terorganisir dengan mengamankan 321 WNA dari sejumlah negara dan menemukan 75 domain dan website yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian online. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
JUDI ONLINE - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (kiri) bersama Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra (tengah) dan Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Brigjen Pol Untung Widyatmoko (kanan) memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus judi online di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). 
(TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan, pergeseran aktivitas judol Myanmar dan Kamboja  terjadi seiring semakin gencarnya penertiban jaringan kejahatan siber di negara-negara tersebut.

“Setelah ditertibkan, mulai terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu tentunya sudah kami antisipasi dan kami prediksi,” ujar Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Polri Untung Widyatmoko saat konferensi pers di Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).

Untung menyinggung bahwa indikasi pergeseran itu juga terlihat dari maraknya penertiban kejahatan berbasis online di sejumlah daerah, termasuk di Batam, Kepulauan Riau.

“Kemarin saat kami di Batam mengungkap hal yang sama bahwa pasca ditertibkannya pola-pola operasi daring baik itu scamming, yang terdiri atas love scam, investasi online, termasuk perjudian online,” kata Untung.

Untung mengatakan Polri telah melakukan sejumlah penangkapan di beberapa wilayah lain, mulai dari Surabaya, Denpasar, Surakarta, Yogyakarta hingga di Jakarta.

Pergeseran ini menunjukkan adanya tindakan nyata yang tidak hanya mengancam masyarakat Indonesia, tapi juga masyarakat luar negeri.

Mengapa Indonesia dipilih?

Ia juga menjelaskan alasan Indonesia dipilih sebagai lokasi aktivitas perjudian online tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas