Buntut Viral LCC 4 Pilar di Kalimantan Barat, MPR Janji Lakukan Evaluasi
MPR minta maaf dan berjanji melakukan evaluasi setelah viral insiden peserta jawab benar tapi disalahkan juri dalam LCC Empat Pilar di Kalbar.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- MPR meminta maaf dan bakal melakukan evaluasi buntut insiden jawaban peserta benar tapi disalahkan juri dalam LCC Empat Pilar yang digelar di Kalimantan Barat.
- MPR mengungkapkan hal itu perlu dilakukan karena demi menjaga marwah lembaga negara tersebut.
- Insiden yang dimaksud yakni ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan dengan benar tapi disalahkan juri.
- Lalu, ketika pertanyaan dilempar ke peserta lain, jawaban yang sama persis justru dianggap benar oleh juri.
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR, Abcandra Muhammad Akbar Supratma, menegaskan akan mengevaluasi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI buntut viralnya kontroversi penilaian juri di perlombaan yang digelar untuk region Kalimantan Barat (Kalbar).
Dia menegaskan akan mengevaluasi terkait aspek teknis tata suara hingga mekanisme ketika ada peserta yang merasa keberatan.
“Saya melihat Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” kata Akbar pada Senin (11/5/2026).
Akbar menuturkan evaluasi ini diperlukan karena menyangkut citra dari sebuah lembaga negara seperti MPR. Ia pun meminta maaf atas terjadinya kelalaian dewan juri dalam melakukan penilaian.
“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” ujar Akbar.
Namun, meski diakui ada kesalahan, hasil terkait perlombaan tersebut tidak berubah di mana SMAN 1 Sambas tetap keluar sebagai juara dan mewakili Provinsi Kalbar untuk bertanding di tingkat nasional.
Baca juga: Jawaban Siswa Lomba Cerdas Cermat MPR Sama, tapi Disalahkan Juri, SMAN 1 Pontianak Protes
Insiden: Peserta SMAN 1 Pontianak Jawab Benar, tapi Disalahkan Juri
Momen insiden tersebut terjadi ketika babak LCC Empat Pilar MPR RI digelar di Kota Pontianak, Kalbar, pada Sabtu (9/11/2026) lalu.
Mulanya, pembawa acara menanyakan kepada peserta terkait tata cara pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Adapun sistem jawab dari lomba ini adalah rebutan.
Lalu, peserta dari SMAN 1 Pontianak terlebih dahulu memencet tombol dan langsung menjawab.
"Anggota BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun, untuk menjadi anggota BPK, adanya keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa acara.
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan dengan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," jawab peserta tersebut.
Namun, juri menyatakan bahwa jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak tersebut salah dan berujung adanya pengurangan sebanyak lima poin.
Adapun juri tersebut merupakan Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, Dyastasita.
"Nilai -5," katanya.
Kemudian, peserta dari grup SMAN 1 Sambas menjawab pertanyaan tersebut di mana sama persis seperit yang diucapkan peserta dari SMAN 1 Pontianak.
Baca tanpa iklan