Polemik LCC 4 Pilar Kalbar, MPR Sebut Juri Harusnya Bisa Cek Ulang Jawaban Peserta
Wakil Ketua MPR menyatakan ketika ada protes dari peserta maka juri bisa untuk mengecek ulang jawabannya. Itu mekanisme yang bisa dilakukan.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- MPR menyatakan bahwa polemik LCC Empat Pilar yang digelar di Pontianak, Kalbar, bisa diselesaikan dengan lebih bijaksana di mana juri bisa mengecek ulang jawaban peserta yang mengajukan protes.
- Dia mengatakan hal itu memiliki kesamaan dengan mekanisme cek ulang dalam teknologi VAR yang sudah diberlakukan di pertandingan sepakbola.
- Pasca polemik ini, MPR akan mengevaluasi secara keseluruhan termasuk menyeleksi secara ketat terkait juri yang akan ditugaskan.
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menyebut seharusnya juri bisa mengecek ulang jawaban peserta ketika dirasa tidak jelas.
Pernyataan Hidayat Nur Wahid ini menanggapi polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI yang digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu (9/5/2026) lalu.
Peserta dari SMAN 1 Pontianak sempat memprotes keputusan juri yang menyatakan jawaban terkait pertanyaan mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), salah.
Namun, setelah momen itu, juri justru menyatakan bahwa jawaban dari peserta lain yakni SMAN 1 Sambas adalah benar meski jawabannya sama persis seperti yang disampaikan peserta dari SMAN 1 Pontianak.
Menurut Hidayat, juri seharusnya bisa untuk mengecek ulang jawaban ketika peserta SMAN 1 Pontianak mengajukan protes.
Baca juga: Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Tuai Kritik, DPR Minta Diulang, Juri dan MC Dinonaktifkan
Dia pun menyamakan mekanisme semacam itu dengan teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang sudah diterapkan di pertandingan sepakbola.
"Kalau kita di sepak bola kan ada sistem VAR ketika kemudian wasit memutus misalnya gol, lalu tiba-tiba diprotes dan kemudian dilihatlah dalam teknologi gol, dan akhirnya terlihat apakah itu gol atau tidak gol."
"Ini kan seharusnya bisa melakukan hal itu. Dan para peserta kan sudah meminta agar ditanya juga para hadirin yang lain. Sebenarnya itu kan bisa dijadikan tolak ukur untuk tidak melanjutkan keputusan yang salah itu," katanya dikutip dari program Sapa Indonesia Pagi di YouTube Kompas TV, Selasa (12/5/2026).
Hidayat pun menegaskan pihaknya akan mengevaluasi terkait mekanisme ketika ada peristiwa serupa terjadi di ajang LCC di lokasi lainnya.
Dia mengungkapkan akan ada aturan terkait peserta yang bisa menyanggah ketika dirasa ada keputusan juri yang salah.
"Sepakat (ada mekanisme penyanggahan). Itu bagian dari mekanisme yang kita evaluasi dan klarifikasi untuk bisa mengoreksi atas ketidakakuratan yang dilakukan oleh juri," ujarnya.
Di sisi lain, Hidayat juga menyebut adanya pertimbangan dari Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR untuk mengulang babak final dari LCC Empat Pilar region Kalbar.
Hal itu menjadi pertimbangan karena selisih poin antara SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas begitu tipis.
"Jadi ini saya kira ini permasalahan yang penting untuk dibicarakan secara profesional dan kritis tetapi tetap dengan penyelesaian yang solutif," ujarnya.
Tak sampai situ, Hidayat juga menyebut pihaknya akan lebih memperketat seleksi juri yang bertugas dalam kompetisi tersebut.
Baca juga: 3 Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026 Disorot hingga Dinonaktifkan, Ini Profil dan Hartanya
Baca tanpa iklan