Great Institute Respons Kritik LPEM UI soal Data BPS: Jangan Dibaca Secara Linier
LPEM UI menyoroti dugaan inkonsistensi data PDB Triwulan I-2026 karena manufaktur tumbuh 5,04 persen.
Ia juga menyoroti peran captive power atau pembangkit listrik mandiri yang digunakan industri smelter, khususnya smelter nikel, yang kini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan manufaktur nasional.
“Pertumbuhan manufaktur tidak sepenuhnya bergantung pada listrik yang disalurkan PLN maupun IPP. Karena itu hubungan antara kontraksi sektor listrik dan pertumbuhan manufaktur tidak dapat dibaca secara linier,” katanya.
Tak hanya soal listrik, LPEM UI juga menyoroti lonjakan perubahan inventori pada Triwulan I-2026 yang dinilai terlalu besar dan diduga lebih mencerminkan residual statistik dibanding aktivitas ekonomi riil.
Menanggapi hal itu, Adhamaski mengatakan peningkatan inventori masih dapat dijelaskan secara ekonomi, terutama akibat naiknya stok beras nasional menjelang panen raya serta penurunan ekspor sektor pertambangan akibat gejolak ekonomi global.
Baca juga: Bangga Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Menkeu RI Purbaya: Pastikan Pemerintah Belanja dengan Betul
“Sebagian hasil produksi tertahan sebagai inventori sehingga tidak bisa langsung dianggap sebagai residual statistik,” pungkasnya.