Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jelang Muktamar, PBNU Diminta Rangkul Semua Kader Potensial

Nahdlatul Ulama didorong menjaga persatuan jelang Muktamar ke-35, dengan pesan agar kepengurusan PBNU merangkul seluruh potensi kader.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Jelang Muktamar, PBNU Diminta Rangkul Semua Kader Potensial
HO/IST
KADER POTENSIAL NU - Kunjungan silaturahmi Abdussalam Shohib atau Gus Salam di kediaman Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo, Ahmad Azaim Ibrahimy atau yang akrab disapa Ra Azaim di Situbondo, Jawa Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Nahdlatul Ulama didorong menjaga persatuan jelang Muktamar ke-35, dengan pesan agar kepengurusan PBNU merangkul seluruh potensi kader dan menghindari konflik internal.
  • Ahmad Azaim Ibrahimy menekankan pentingnya kembali pada Khittah NU 1926 sebagai kompas perjuangan organisasi di tengah perubahan zaman.
  • Abdussalam Shohib menyebut para masyayikh berharap NU tetap moderat, mandiri, dan menjadi mitra kritis pemerintah demi kemaslahatan umat dan menjaga NKRI.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), pesan persatuan dan rekonsiliasi terus menguat dari kalangan masyayikh dan pesantren. 

Salah satunya disampaikan pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo, Ahmad Azaim Ibrahimy atau yang akrab disapa Ra Azaim.

Ra Azaim meminta agar kepengurusan PBNU ke depan mampu merangkul seluruh potensi kader NU dan menghindari ketegangan dalam proses muktamar.

Pesan itu disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi Abdussalam Shohib atau Gus Salam di kediamannya di Situbondo, Jawa Timur.

“Ra Azaim meminta agar NU ke depan merangkul semua potensi yang dimiliki kader-kader NU,” kata Mas Cholil Nawawi yang turut mendampingi Gus Salam dalam kunjungan tersebut, dikutip Kamis (14/5/2026).

Menurut Cholil, pesan tersebut mencerminkan harapan agar PBNU mendatang lebih berorientasi pada persatuan dan penguatan khidmah demi kemaslahatan umat.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia juga menekankan pentingnya menghindari konflik kepentingan dan ketegangan dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

Lebih lanjut, Ra Azaim mengingatkan agar kepemimpinan NU tetap berpijak pada Khittah NU 1926 sebagai marwah perjuangan organisasi.

“Khittah NU 1926 bukan manuskrip di museum yang hanya dilihat atau dibaca, tapi dihidupi agar bisa membangkitkan. Ia kompas, dimana NU boleh lari mengejar zaman, tapi jangan sampai kehilangan arah pulang,” ujar Mas Cholil menyampaikan pesan Ra Azaim.

Sementara itu, Gus Salam membenarkan dirinya melakukan safari silaturahmi ke sejumlah masyayikh dan pesantren di Jawa Timur dan Madura dalam dua hari terakhir.

“Kemarin saya ngaji kitab Kifayatul Atqiya’ dalam majelis rutin alumni di Bangkalan. Sekalian sowan silaturahim ke masyayikh sepuh di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Lalu ke Situbondo, nanti ke Paiton dan Sidoarjo,” kata Gus Salam.

Dalam kunjungannya ke Situbondo, Gus Salam juga mengaku berdiskusi dengan Afifuddin Muhajir mengenai arah strategis NU ke depan.

Menurut Gus Salam, KH Afifuddin Muhajir menekankan tiga peran besar NU di masa depan, yakni menjadi benteng Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, penjaga moral bangsa, serta pelindung NKRI.

“Islam moderat yang menerima Pancasila dalam bingkai NKRI bisa menjadi sistem pertahanan ideologis bagi negara,” ujar Gus Salam.

Ia menambahkan, KH Afifuddin juga mengingatkan pentingnya sikap moderat ala Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas