1 Dzulhijjah 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Ini Perkiraan dan Jadwal Sidang Isbat
Menjelang datangnya bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam, banyak umat Muslim mulai mencari kepastian mengenai awal Dzulhijjah 2026.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Tiara Shelavie
Rangkaian tanggal ini bukan hanya sekadar penanggalan, tetapi juga panduan ibadah yang sangat dianjurkan.
Puasa di sembilan hari pertama Dzulhijjah menjadi salah satu amalan yang sangat dicintai Allah SWT.
Di antara seluruh hari tersebut, Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) menjadi yang paling utama.
Puasa Tarwiyah dimaknai sebagai persiapan spiritual, penguatan niat, dan penyucian diri sebelum memasuki hari Arafah. Sementara Puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa berupa penghapusan dosa selama dua tahun bagi orang yang menjalankannya dengan penuh keimanan.
Sidang Isbat Penetapan Awal Dzulhijjah 2026
Untuk memastikan kepastian awal bulan Dzulhijjah, Pemerintah melalui Kementerian Agama RI akan menggelar Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah 1447 H pada Ahad, 17 Mei 2026 di Jakarta.
Sidang ini menjadi forum penting yang mempertemukan unsur pemerintah, organisasi keagamaan, dan para ahli astronomi Islam dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Mengutip dari Instagram @urusanislam, berikut rangkaian kegiatan sidang isbat meliputi:
- Seminar Posisi Hilal (disiarkan secara terbuka)
- Laporan Hasil Rukyat dari berbagai titik pemantauan
- Sidang penetapan bersama para pemangku kepentingan
Konferensi pers pengumuman hasil resmi
Sidang ini dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta. Dalam prosesnya, penentuan awal Dzulhijjah menggabungkan dua pendekatan utama, yaitu hisab dan rukyat.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa hisab memberikan gambaran awal posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, sedangkan rukyat menjadi konfirmasi langsung melalui pengamatan di lapangan.
“Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,” ujarnya, dikutip dari kemenag.go.id.
Berdasarkan hasil perhitungan awal, posisi hilal pada akhir bulan Zulkaidah 1447 H telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, yakni tinggi hilal di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat.
Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat prediktif dan belum menjadi keputusan final.
Penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat sebagai otoritas tertinggi penentuan kalender Hijriah di Indonesia.
Ketetapan Muhammadiyah: Awal Dzulhijjah, Arafah, dan Idul Adha 2026
Selain pemerintah, Muhammadiyah juga menetapkan awal bulan Dzulhijjah melalui metode hisab.