Pidato Lengkap Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR, Paparkan Kerangka RAPBN 2027
Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan langsung Kerangka APBN 2027 dalam Rapat Paripurna (Rapur) DPR RI, di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Alhamdulillahiabbil alamin. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa taala. Atas rahmat dan hidayah-Nya kita dapat menjalankan tugas kenegaraan hari ini dalam suasana yang aman, tentram, dan damai. Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan penghargaan saya setinggi-tingginya. Kepada pimpinan dan anggota MPR, DPR, dan DPD RI atas diselenggarakannya rapat paripurna DPR ini yang dihadiri anggota DPR dan DPD RI bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional kita.
Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita. Sebagai pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara APBN tahun 2027.
Pimpinan dan seluruh anggota dewan yang saya muliakan. Kita sekarang sebagai bangsa menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik, ketegangan dan ketidakpastian. Peperangan terjadi di banyak tempat, bahkan di Eropa, di Timur Tengah, di kawasan yang walaupun jauh dari kita, tetapi ternyata memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan kita. Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara.
Saudara-saudara sekalian, saya telah disumpah oleh saudara-saudara sekalian, di hadapan saudara-saudara sekalian dan di hadapan rakyat. Tugas saya untuk menjalankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 di mana saya bertanggung jawab untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia. bertanggung jawab untuk memajukan kesejahteraan, memajukan kecerdasan bangsa, untuk menjaga peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia.
Dalam rangka itulah saya memandang bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara bukan sekedar dokumen keuangan negara. APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, alat untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa. alat untuk memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera dan sebagai alat untuk menjadi pedoman perjalanan kita ke depan.
Dengan kesadaran itu, APBN kita susun sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita mulia yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar kita. Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Satu Undang-Undang Dasar yang lahir dari kancah perjuangan lama. perjuangan untuk meraih kemerdekaan yang berjalan ratusan tahun yang telah meminta korban ribuan, puluhan ribu pendahulu-pendahulu kita, yaitu cita-cita mewujudkan suatu negara Indonesia yang merdeka, yang berdaulat, yang adil. yang makmur yang berdiri di atas kaki kita sendiri.
Saudara-saudara sekalian, sekarang izinkanlah saya menyampaikan angka-angka kunci dari kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal atau bisa kita sebut KEM-PPKF 2027.
Pertama, pendapatan negara dalam APBN 2027 kami targetkan mencapai kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari produk domestik bruto kita. Untuk mendukung berbagai program prioritas dan program-program vital kita, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB kita. Dari sisi pembiayaan defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini.
Suku bunga surat berharga negara SBN tenor 10 tahun kami jaga berada pada kisaran 6,5 hingga 7,3 persen. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500. Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia. Inflasi akan kami jaga tetap pada kisaran 1,5 hingga 3,5%.
Pada sektor energi, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan sebesar 70 hingga 95 Amerika per barel. Selanjutnya, lifting minyak bumi ditargetkan 602 hingga 615.000 barel per hari dan lifting gas 934 hingga 977.000 barel setara minyak bumi per hari.
Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan. Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5% di tahun 2007 menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029. Dan pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata.
Karena itu angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5?ri target sebelumnya 6,5 hingga 7,5%. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka harus turun pada rentang 4,30 hingga 4,87?ri target sebelumnya 4,44 hingga 4,96%. Lebih lanjut rasio gini kita targetkan harus semakin membaik pada rentang 0,362 hingga 0,367 dari target sebelumnya 0,37 hingga 0,380. Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar. Bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit.
Dengan berbagai program prioritas di bidang sumber daya manusia, indeks modal manusia ditargetkan membaik menjadi 0,575 dari sebelumnya 0,570. Dibantu berbagai program di bidang pertanian. Indeks kesejahteraan petani ditargetkan meningkat menjadi 0,8038 dari sebelumnya 0,7731. Nilai tukar petani atau NTP yang sekarang sudah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah di angka 126 harus kita perjuangkan untuk bisa kita tingkatkan lagi. Kita juga akan membuka lapangan kerja secara besar-besaran. ditargetkan proporsi lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81% di tahun 2007 dari sebelumnya 35,00% di tahun 2026 atau naik 5,81%.
Saudara-saudara sekalian, demikian telah saya sampaikan angka-angka kunci dari kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2027.
Sekarang saya minta waktu untuk menyampaikan beberapa hal yang fundamental tentang perekonomian kita. Saya merasa hari ini harus saya sampaikan dari eksekutif kepada legislatif dihadiri oleh pimpinan-pimpinan lembaga tinggi negara. Marilah kita berani untuk menghadapi masalah walaupun itu merupakan tantangan, hambatan atau kekurangan.