Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nasib 9 WNI yang Diculik Israel, Dikabarkan dalam Kondisi Sehat dan Baik

Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) ditangkap atau diculik oleh tentara Israel dikabarkan berada dalam kondisi baik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
zoom-in Nasib 9 WNI yang Diculik Israel, Dikabarkan dalam Kondisi Sehat dan Baik
Instagram @globalpeaceconvoy
MENCEKAM — Detik-detik militer Israel (IDF) menyerbu kapal misi kemanusiaan di perairan internasional lepas pantai Siprus yang berujung penangkapan sembilan WNI, termasuk jurnalis Republika. Seluruh relawan ditahan saat mengawal pasokan bantuan logistik menuju Jalur Gaza, Palestina. 

3. ⁠Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di Kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad

5. Hendro Prasetyo dari SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad

6. ⁠Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di Kapal BoraLize

7. ⁠Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di Kapal Ozgurluk

8. ⁠Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk

9. Jurnalis yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk

Baca juga: Menko Polkam Pastikan Negara Hadir dan Kerja Keras Bebaskan Seluruh WNI yang Ditahan Militer Israel

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, ada lima WNI yang jadi korban intersepsi militer Israel, yakni Bambang Noroyono atau Abeng Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho, Rahendro Herubowo, dan Andi Angga.

Menlu Sugiono klaim WNI tidak diculik

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan bahwa penangkapan sembilan WNI oleh militer Israel di atas kapal Global Sumud Flotilla bukan merupakan kasus penculikan ataupun penyanderaan. 

Hingga rabu dini hari, jumlah WNI yang terkonfirmasi ditangkap oleh otoritas militer Israel terus melonjak dari semula 5 orang menjadi 9 orang.

“Berdasarkan apa yang terjadi sebelumnya, yang (Global Sumud Flotilla) 1.0 juga waktu itu, itu dideportasi. Itu tidak ada, saat ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan,” ujar Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

Dijelaskan Sugiono, penangkapan tersebut murni merupakan bentuk interseptasi militer terhadap kapal yang nekat menerobos jalur blokade laut.

“Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ini di-intercept karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apa pun masuk ke wilayah tersebut untuk, kepentingan apa pun," ujar Sugiono.

Sugiono menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memonitor perkembangan situasi di lapangan sejak laporan pertama diterima. 

Pihaknya juga telah menginstruksikan sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di Timur Tengah untuk bergerak cepat mengamankan kepulangan para WNI.

(Tribunnews/Febri/Muhammad Zulfikar)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas