Forum Nasional Dorong Pembiayaan Iklim Inklusif bagi Perempuan
Forum tersebut menyoroti peran penting perempuan sebagai tulang punggung ketahanan pangan, ketahanan ekonomi
Penulis:
Erik S
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Lebih dari 100 peserta mengikuti EmPower National Forum 2026 di Jakarta untuk membahas pembiayaan iklim bagi usaha milik perempuan
- Program ini telah membantu lebih dari 6.000 pengusaha perempuan ultra mikro mengakses pelatihan dan pembiayaan hijau
- Forum juga mendorong ekosistem pendanaan yang inklusif dan responsif gender
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lebih dari 100 peserta dari unsur pemerintahan, lembaga pembiayaan, organisasi pembangunan, sektor swasta, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas kewirausahaan perempuan berkumpul dalam forum nasional membahas pembiayaan iklim bagi usaha milik perempuan.
Forum tersebut juga menjadi ajang berbagi pembelajaran terkait implementasi pembiayaan aksi iklim berbasis komunitas di Indonesia.
Kegiatan bertajuk EmPower National Forum 2026: Scaling-Up Women’s Access to Finance for Climate Action itu diselenggarakan oleh UN Women, PT Permodalan Nasional Madani, dan KUMPUL.
Forum tersebut menyoroti peran penting perempuan sebagai tulang punggung ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, sekaligus solusi dalam menghadapi krisis iklim.
Namun, perempuan dinilai masih menghadapi berbagai ketimpangan di berbagai lini kehidupan, termasuk akses terhadap sumber daya produktif dan pembiayaan.
Data FAO menunjukkan petani perempuan menghasilkan sekitar 60–80 persen pangan di negara berkembang, tetapi hanya menguasai kurang dari 20 persen kepemilikan lahan.
Baca juga: Perempuan di STEM Kian Berkembang, Pertamina Dukung Kesetaraan
Padahal, apabila perempuan memiliki akses setara terhadap sumber daya produktif, hasil panen diperkirakan dapat meningkat 20–30 persen dan membantu membebaskan hingga 150 juta orang dari kelaparan.
“Studi telah memperlihatkan bahwa apabila perempuan mendapat kendali lebih besar atas sumber daya produktif, maka akan menghasilkan dampak yang jauh lebih luas. Ini bukan sekadar retorika, melainkan bukti bahwa memberdayakan perempuan adalah strategi ketahanan yang paling efisien secara ekonomi,” ujar Dwi Yuliawati di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Forum ini merupakan bagian dari program EmPower: Women for Climate-Resilient Societies Programme (Phase II), inisiatif UN Women dan UNEP yang didukung Pemerintah Selandia Baru, Jerman, Swedia, dan Swiss untuk memperkuat aksi iklim responsif gender di kawasan Asia Pasifik.
Di Indonesia, program EmPower berfokus pada penguatan aksi iklim responsif gender, keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan lingkungan, serta pengembangan mata pencaharian tangguh iklim, termasuk akses pembiayaan hijau.
Implementasi program dimulai melalui tahap percontohan di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur pada 2025 dengan KUMPUL sebagai strategic implementor, lalu diperluas ke Jawa Barat dan Jawa Timur pada awal 2026.
Melalui program tersebut, pengusaha perempuan ultra mikro diperkenalkan pada teknologi cerdas iklim (climate-smart technology) dan mendapatkan akses pembiayaan lebih terjangkau untuk mendukung adaptasi teknologi dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Hingga kini, lebih dari 6.000 pengusaha perempuan ultra mikro telah memperoleh pelatihan kapasitas dan akses pembiayaan melalui kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).