Presiden Prabowo Kurban Sapi Simental di Masjid Istiqlal, Beratnya Capai 1,3 Ton
Presiden RI Prabowo Subianto menyumbangkan satu ekor sapi kurban jenis Simental dengan bobot raksasa mencapai 1,3 ton ke Masjid Istiqlal.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto menyumbangkan satu ekor sapi kurban jenis Simental dengan bobot raksasa mencapai 1,3 ton ke Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
- Prabowo sengaja memilih sapi dengan spesifikasi terbaik untuk memenuhi ketentuan kurban presiden dan syariat Islam.
- Seluruh hewan kurban kepresidenan harus melalui pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat dan bersertifikat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menyumbangkan satu ekor sapi kurban jenis Simental dengan bobot raksasa mencapai 1,3 ton ke Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Pengumuman mengenai sumbangan sapi premium berukuran jumbo milik Prabowo tersebut disampaikan langsung Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamenseneg) Juri Ardiantoro di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: Prabowo Kurban 1.098 Ekor Sapi, Dibagi Rata ke Tiap Provinsi hingga Kabupaten/Kota & Lembaga Sosial
Pemberian sapi kurban ke masjid terbesar di Asia Tenggara ini merupakan bagian dari program bantuan kemasyarakatan presiden yang rutin dilakukan setiap tahun.
Prabowo sengaja memilih sapi dengan spesifikasi terbaik untuk memenuhi ketentuan kurban presiden dan syariat Islam.
"Dari Bapak Presiden untuk kurban di Masjid Istiqlal, seperti biasa ada satu sapi limosin yang bobotnya 1,3 ton. Oh, mohon maaf saya koreksi. Yang sapi Bapak Presiden di Istiqlal itu jenis sapi Simental. Bobotnya 1,3 ton," ujar Juri Ardiantoro.
Sapi Simental seberat 1,3 ton yang dialokasikan untuk Masjid Istiqlal itu memenuhi kualifikasi tertinggi yang ditetapkan oleh pihak Istana.
Juri menegaskan bahwa seluruh hewan kurban kepresidenan harus melalui pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat dan bersertifikat.
Secara umum, standar bobot sapi yang dipilih untuk kurban presiden berada di rentang 800 kilogram hingga maksimal 1,3 ton.
Selain harus berbobot berat, jenis-jenis sapi yang dipilih juga merupakan varietas premium yang dibeli langsung dari para peternak lokal di berbagai wilayah Indonesia.
"Jadi ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya memang berat di atas 800 kilogram, tapi juga sapi yang secara kesehatan sudah memiliki sertifikat atau surat keterangan kesehatan hewan. Jadi sapi-sapi sehat," kata Juri.
Juri menambahkan bahwa seluruh hewan kurban yang disalurkan dipastikan sudah sesuai dengan hukum fikih Islam terkait kelayakan hewan kurban.
Sapi-sapi tersebut dipastikan berjenis kelamin jantan, berumur di atas dua tahun, serta tidak mengalami cacat fisik.
"Selain itu juga sapi ini sesuai dengan syariat Islam untuk menjadi sapi korban umurnya atau usianya sudah di atas 2 tahun dan jantan serta tidak cacat," jelasnya.
Adapun sapi berbobot 1,3 ton di Masjid Istiqlal ini merupakan satu dari total 1.098 ekor sapi kurban yang disebar oleh Presiden Prabowo ke seluruh Indonesia pada Idul Adha 2026.
Sebanyak 598 ekor didistribusikan ke 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota, sedangkan 500 ekor lainnya disalurkan ke berbagai pondok pesantren, lembaga keagamaan, dan tokoh masyarakat.
Untuk pengadaan seluruh hewan kurban ini, pemerintah mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui dana bantuan kemasyarakatan presiden dengan nilai estimasi sekitar Rp 100 miliar.
Seluruh pengadaan ini dikerjakan lewat kerja sama antara Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, dan Asosiasi Peternak dan Pengemuk Sapi Indonesia (APPSI).
Meski menyalurkan ribuan sapi kurban di dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto dilaporkan tengah berada di luar negeri untuk agenda kunjungan kerja resmi ke Paris, Prancis.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.