Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Feri Amsari Penasaran Alasan Prabowo Sering ke Prancis: Agak Janggal di Mata Publik

Pakar hukum tata negara Feri Amsari mengkritik Presiden Prabowo Subianto yang sering bepergian ke Prancis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Nuryanti
zoom-in Feri Amsari Penasaran Alasan Prabowo Sering ke Prancis: Agak Janggal di Mata Publik
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
KRITIK UNTUK PRABOWO - Pakar hukum tata negara Feri Amsari saat memberikan paparan dalam diskusi tentang Putusan Pilkada Mahkamah Konstitusi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2025). Feri Amsari mengkritik Presiden Prabowo Subianto yang sering bepergian ke Prancis. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNNEWS.COM – Pakar hukum tata negara Feri Amsari mengkritik Presiden Prabowo Subianto yang sering bepergian ke Prancis.

Sejak resmi menjabat sebagai presiden per 20 Oktober 2024, Prabowo tercatat sudah empat kali melawat ke Prancis. Pada kunjungan terakhirnya, Mei 2026, Prabowo bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Adapun pada tahun ini Prabowo juga ke Prancis pada bulan Januari dan April. Seringnya kunjungan luar negeri yang dilakukan Prabowo, terutama Prancis, menjadi pertanyaan masyarakat karena dilakukan di tengah efisiensi anggaran.

Menurut Feri, perjalanan dinas kepresidenan seharusnya bersifat selektif atau dipilih mana yang benar-benar penting sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Nomor 164 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perjalanan Dinas Luar Negeri.

“Jadi, harus dipastikan betul sebelum berangkat, keberangkatan itu memang penting bagi presiden,” kata Feri dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Selasa, (2/6/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

“Agak janggal di mata publik kalau kedatangan presiden ke Prancis itu berkali-kali.”

Menurut dia, perlu dipertanyakan kunjungan Prabowo itu dilakukan dalam rangka apa atau kesepakatan bisnis apa hingga dilakukan berkali-kali.

BAHAS KESEIMBANGAN KEKUATAN - Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis, (28/5/2026).
BAHAS KESEIMBANGAN KEKUATAN - Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis, (28/5/2026). (Tribunnews.com/dok.)

Staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Andalas itu menegaskan penggunaan uang negara harus efektif, efisien, dan memperhatikan ketersediaan anggaran.

“Pada saat ini rupiah sedang anjlok. Melakukan perjalanan dinas yang tidak selektif akan membebani anggaran dan biaya yang jauh lebih besar,” ujarnya.

Di samping itu, kata Feri, kunjungan ke luar negeri tidak selalu harus disertai presiden. Jika sudah ada kesepakatan di awal, biasanya akan ditindaklanjuti oleh diplomat atau pejabat yang berkaitan dengan kepentingan bisnis.

“Presiden berangkat dalam dua kondisi yang tidak tepat. Satu, tidak ada dalam sejarah, presiden yang berangkat ketika hari besar keagamaan. Kedua, presiden berangkat ketika harga rupiah anjlok terhadap dolar,” ucap Feri.

Baca juga: Menakar Urgensi Kunjungan Prabowo ke Prancis: Tiga Kali Lawatan dalam Lima Bulan Terakhir

Dia berujar presiden adalah seorang pemimpin sehingga harus terlebih dulu memastikan stabilitas ekonomi, baru kemudian mengagendakan perjalanan ke luar negeri.

“Makanya kalau mau jujur-jujur, perjalanan ini transparan atau tidak, kepentingannya bagaimana, apa saja deal-deal-nya, seberapa lama presiden di sana, kenapa penting berangkat di Lebaran Haji atau tidak, harus diperhatikan situasi yang ada."

Diklaim hasilkan kesepakatan investasi

Sementara itu, Sekretariat Kabinet mengklaim kunjungan Prabowo ke Prancis menghasilkan sejumlah kesepakatan investasi.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas