Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

IDAI Peringatkan Dampak Buruk Polusi Udara, Ancam Kesehatan Bayi Sejak Dalam Kandungan

Paparan polusi udara selama kehamilan dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan. Salah satunya adalah gangguan pertumbuhan janin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in IDAI Peringatkan Dampak Buruk Polusi Udara, Ancam Kesehatan Bayi Sejak Dalam Kandungan
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
POLUSI UDARA DAN ISPA - Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta diselimuti asap polusi udara, Selasa (20/6/2023). Pada Oktober 2025, lonjakan kasus ISPA nyaris tembus dua juta, memicu kekhawatiran atas dampak cuaca ekstrem dan kualitas udara terhadap kesehatan warga. 

Ringkasan Berita:
  • IDAI mengungkapkan bahwa paparan polusi udara dan zat kimia berbahaya bisa mengganggu tumbuh kembang janin sejak dalam kandungan.
  • Lingkungan yang buruk berisiko memicu berat badan lahir rendah dan membuat anak rentan infeksi karena imunnya belum matang. 
  • Dokter anak menegaskan menjaga kualitas udara dan kebersihan lingkungan adalah investasi vital demi masa depan generasi penerus.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak orang mengira dampak polusi udara baru dirasakan setelah seseorang lahir dan tumbuh besar.

Padahal ancaman lingkungan yang buruk bisa dimulai jauh lebih awal, bahkan sejak seorang anak masih berada di dalam kandungan.

Polusi udara, paparan bahan kimia berbahaya, hingga perubahan kualitas lingkungan ternyata dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin yang sedang berkembang.

Anggota Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Riyadi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T(K), M.Kes mengatakan perubahan lingkungan hidup memiliki dampak panjang terhadap kualitas generasi masa depan.

Dampak Polusi Bisa Dimulai Sebelum Bayi Lahir

Menurut Riyadi, paparan polutan dapat memengaruhi proses pertumbuhan janin selama kehamilan. Berbagai zat berbahaya yang berasal dari udara tercemar berpotensi mengganggu perkembangan organ dan sistem tubuh bayi.

Baca juga: Khawatir dengan Kesehatan Anak Imbas Polusi Udara, Steffi Zamora-Nino Fernandez Pilih Pindah ke Bali

Rekomendasi Untuk Anda

"Bahkan paparan kondisi udara ini bisa mengalami perkembangan mulai dari dalam kandungan," ujar Riyadi pada media briefing virtual, Selasa (9/6/2026). 

Kondisi ini sering kali tidak disadari karena dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung.

Namun dalam jangka panjang, paparan tersebut dapat memengaruhi kualitas kesehatan anak setelah lahir.

Risiko Berat Badan Lahir Rendah dan Gangguan Pertumbuhan

Paparan lingkungan yang buruk selama kehamilan dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

Salah satunya adalah gangguan pertumbuhan janin.

Ketika perkembangan dalam kandungan tidak berjalan optimal, bayi berisiko lahir dengan berat badan rendah atau mengalami hambatan pertumbuhan sejak awal kehidupan.

Selain itu, kesehatan ibu hamil juga dapat terdampak oleh kualitas lingkungan yang buruk. Jika kondisi ibu terganggu, pertumbuhan dan perkembangan janin juga ikut terpengaruh.

Anak Menjadi Lebih Rentan Terhadap Penyakit

Setelah lahir, anak yang terpapar lingkungan tidak sehat tetap menghadapi risiko yang besar.

Sistem kekebalan tubuh yang belum matang membuat mereka lebih mudah terpengaruh oleh polutan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas