Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pertalite Diburu Imbas Pertamax Naik, Pemerintah Diminta Antisipasi Kelangkaan, Antrean Mengular

Pengamat mengatakan dampak migrasi dari Pertamax ke Pertalite juga harus diiringi dengan penambahan kuota Pertalite.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Pertalite Diburu Imbas Pertamax Naik, Pemerintah Diminta Antisipasi Kelangkaan, Antrean Mengular
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
PERTALITE DIBURU - Suasana SPBU Pertamina yang berlokasi di Jalan Palmerah Utara, Jakarta Barat, Kamis (11/6/2026) atau hari kedua setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Pengamat mengatakan dampak migrasi dari Pertamax ke Pertalite juga harus diiringi dengan penambahan kuota Pertalite. 

Sebab, jika tidak ada penambahan kuota, bisa memicu potensi kelangkaan Pertalite hingga menyebabkan antrean di SPBU mengular.

“Kalau tidak ada penambahan kuota Pertalite pasca kenaikan harga Pertamax, kelangkaan Pertalite akan terjadi hingga antrean di SPBU mengular. Kelangkaan itu bisa memicu masalah sosial, yang mengganggu stabilitas negara,” terangnya.

Pengendara Motor Khawatir Pertalite Langka

Terjadi antrean cukup panjang di barisan Pertalite di sejumlah SPBU, seperti di SPBU Pertamina Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Agus, warga Kuningan Barat, Jakarta Selatan, menjadi salah satu pengendara yang beralih dari penggunaan BBM jenis Pertamax ke Pertalite karena adanya kenaikan harga tersebut.

Ia mengaku terpaksa menggunakan BBM jenis Pertalite karena tuntutan pekerjaan yang memakan bahan bakar yang cukup banyak karena merupakan pekerja lapangan.

KENAIKAN HARGA PERTAMAX - Agus, warga Kuningan Barat, Jakarta Selatan mengaku khawatir BBM Pertalite ikut naik harga hingga terjadi kelangkaan pasca-kenaikan harga BBM Pertamax.
KENAIKAN HARGA PERTAMAX - Agus, warga Kuningan Barat, Jakarta Selatan mengaku khawatir BBM Pertalite ikut naik harga hingga terjadi kelangkaan pasca-kenaikan harga BBM Pertamax. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Bekerja di salah satu Bank sebagai tim survei mengharuskan Agus untuk berkeliling minimal 20 titik di tempat yang berbeda-beda menggunakan sepeda motornya.

Namun, ia khawatir banyak pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite seperti dirinya membuat adanya kenaikan harga untuk BBM subsidi tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Agus juga khawatir jika banyaknya peminat Pertalite karena kenaikan harga Pertamax itu membuat stok BBM subsidi bakal langka.

"Kalau langka sih kayak dulu lagi paling ya. Di apa namanya, pom jadi buka-tutup. Kayak di Pertalite nih jadi dialihin ke Pertamax, walaupun ada kadang biasanya kalau kayak yang dulu tuh di slot Pertalite-nya di-off-in nih buat antrean, tapi dibukanya Pertamax. Itu yang bikin malas yang begitu," ujarnya di SPBU Pertamina, Kamis.

Antrean Pembeli Pertalite Mengular

Warga yang rela antre karena memilih menggunakan Pertalite juga terlihat di SPBU Jalan Siliwangi Kota Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu, untuk Pertamax terlihat nyaris sepi pembeli di SPBU tersebut.

Hal ini juga disadari oleh salah satu driver ojek online (ojol), Rudi (55).

"Pertamax tuh mahal, sekarang pun enggak ada, kan?. Karena orang jarang-jarang Pertamax," ujarnya sambil menunjuk ke arah antrean di SPBU Jalan Siliwangi, Kamis, dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Baca juga: Dilema Ojol di Jakarta: Antre Panjang demi Pertalite atau Beli Pertamax Rp16.250

Ia mengaku biasanya mengisi BBM sepeda motornya terkadang dengan Pertamax dan Pertalite karena harganya dulu tak jauh beda.

Namun sekarang, Rudi mengaku ogah menggunakan Pertamax.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas