Pertalite Diburu Imbas Pertamax Naik, Pemerintah Diminta Antisipasi Kelangkaan, Antrean Mengular
Pengamat mengatakan dampak migrasi dari Pertamax ke Pertalite juga harus diiringi dengan penambahan kuota Pertalite.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Febri Prasetyo
Sebab, jika tidak ada penambahan kuota, bisa memicu potensi kelangkaan Pertalite hingga menyebabkan antrean di SPBU mengular.
“Kalau tidak ada penambahan kuota Pertalite pasca kenaikan harga Pertamax, kelangkaan Pertalite akan terjadi hingga antrean di SPBU mengular. Kelangkaan itu bisa memicu masalah sosial, yang mengganggu stabilitas negara,” terangnya.
Pengendara Motor Khawatir Pertalite Langka
Terjadi antrean cukup panjang di barisan Pertalite di sejumlah SPBU, seperti di SPBU Pertamina Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Agus, warga Kuningan Barat, Jakarta Selatan, menjadi salah satu pengendara yang beralih dari penggunaan BBM jenis Pertamax ke Pertalite karena adanya kenaikan harga tersebut.
Ia mengaku terpaksa menggunakan BBM jenis Pertalite karena tuntutan pekerjaan yang memakan bahan bakar yang cukup banyak karena merupakan pekerja lapangan.
Bekerja di salah satu Bank sebagai tim survei mengharuskan Agus untuk berkeliling minimal 20 titik di tempat yang berbeda-beda menggunakan sepeda motornya.
Namun, ia khawatir banyak pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite seperti dirinya membuat adanya kenaikan harga untuk BBM subsidi tersebut.
Agus juga khawatir jika banyaknya peminat Pertalite karena kenaikan harga Pertamax itu membuat stok BBM subsidi bakal langka.
"Kalau langka sih kayak dulu lagi paling ya. Di apa namanya, pom jadi buka-tutup. Kayak di Pertalite nih jadi dialihin ke Pertamax, walaupun ada kadang biasanya kalau kayak yang dulu tuh di slot Pertalite-nya di-off-in nih buat antrean, tapi dibukanya Pertamax. Itu yang bikin malas yang begitu," ujarnya di SPBU Pertamina, Kamis.
Antrean Pembeli Pertalite Mengular
Warga yang rela antre karena memilih menggunakan Pertalite juga terlihat di SPBU Jalan Siliwangi Kota Bogor, Jawa Barat.
Sementara itu, untuk Pertamax terlihat nyaris sepi pembeli di SPBU tersebut.
Hal ini juga disadari oleh salah satu driver ojek online (ojol), Rudi (55).
"Pertamax tuh mahal, sekarang pun enggak ada, kan?. Karena orang jarang-jarang Pertamax," ujarnya sambil menunjuk ke arah antrean di SPBU Jalan Siliwangi, Kamis, dikutip dari TribunnewsBogor.com.
Baca juga: Dilema Ojol di Jakarta: Antre Panjang demi Pertalite atau Beli Pertamax Rp16.250
Ia mengaku biasanya mengisi BBM sepeda motornya terkadang dengan Pertamax dan Pertalite karena harganya dulu tak jauh beda.
Namun sekarang, Rudi mengaku ogah menggunakan Pertamax.