Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pedemo Debat dengan Kapolsek Menteng di Jalan Thamrin Saat Coba Terobos Paksa ke Bundaran HI

Pedemo sempat berdebat dengan Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu yang terlihat memimpin anggota untuk menahan massa aksi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pedemo Debat dengan Kapolsek Menteng di Jalan Thamrin Saat Coba Terobos Paksa ke Bundaran HI
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
AKSI DEMO - Penampakan pedemo dari sejumlah elemen berdebat dengan Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). 
Memuat video…

Arus lalu lintas pun tersendat karena massa aksi masih berada di jalan utama.

Hanya satu jalur yang disiapkan untuk kendaraan melewati jalur.

Untuk informasi, elemen massa menggelar aksi demonstrasi terkait beberapa keluhan warga soal ekonomi.

Adapun dari informasi yang dihimpun, massa tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis yang berisi Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI hingga sejumlah organisasi lainnya.

Mereka hendak menggelar aksi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Selain itu, aksi demo juga dilakukan elemen mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK).

Adapun mereka membawa sejumlah tuntutan yakni di antaranya:

11 Tuntutan Mendesak

  1. Hentikan kenaikan harga BBM dan harga bahan pokok rakyat.
  2. Segera perbaiki pelemahan nilai tukar rupiah.
  3. Hentikan program MBG dan koperasi desa/kelurahan merah putih yang sarat KKN.
  4. Hentikan gelombang PHK massal yang mengancam kesejahteraan buruh.
  5. Cabut UU Polri.
  6. Hentikan pembangunan batalyon teritorial TNI.
  7. Perbaiki defisit APBN dan hentikan pemborosan anggaran pertahanan serta keamanan.
  8. Naikkan upah untuk kesejahteraan guru honorer secara layak.
  9. Tolak sekolah rakyat, alokasikan dana pendidikan sesuai amanat konstitusi (mandatory spending 20 persen), dan pemerataan akses di daerah 3T.
  10. Transparansi BPI Danantara dan buka mekanisme pelaksanaannya secara gamblang kepada publik.
  11. Copot menteri keuangan, menko perekonomian, dan menteri ESDM atas kegagalan stabilitas sektornya.
Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, aliansi ini juga menyuarakan 9 tuntutan umum yang meliputi isu agraria, pendidikan, hak asasi manusia, dan demokrasi, yakni:

  1. Hentikan penggusuran dan perampasan tanah di perkotaan maupun pedesaan.
  2. Hentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang rakus tanah.
  3. Mendukung penuh rakyat Papua dalam menentukan hak atas tanah dan nasibnya sendiri.
  4. Hentikan percepatan PTN-BH, kenaikan biaya pendidikan, dan jamin pendidikan yang ilmiah serta demokratis.
  5. Naikkan upah buruh berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL).
  6. Hentikan segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi terhadap aktivis dan pejuang HAM.
  7. Hentikan militerisasi dan tegakkan supremasi sipil.
  8. Hentikan kekerasan terhadap kaum perempuan, lawan budaya feodal-patriarkal.
  9. Wujudkan industri nasional yang berbasis pada reforma agraria sejati
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas