Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bank Mandiri dan Yokke Siapkan Platform Integratif untuk Genjot Digitalisasi UMKM

Bank Mandiri bersama platform digital Yokke dan Asosiasi E-Commerce Indonesia memacu digitalisasi bisnis para pelaku UMKM di Indonesia.

Bank Mandiri dan Yokke Siapkan Platform Integratif untuk Genjot Digitalisasi UMKM
dok.
Virtual Workshop bertajuk “Transformasi Digital UMKM Merah Putih” di Jakarta, Rabu (13/10/2021). Virtual workshop ini mengundang ribuan peserta pelaku UMKM dan diselenggarakan Bank Mandiri dan Yokke bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Tren digitalisasi di Indonesia datang seperti air bah di beragam sektor kehidupan dan dunia usaha selama masa pandemi ini. Di sektor dunia usaha tren juga terjadi di pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Bank Mandiri bersama platform digital Yokke dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menangkap tren ini dengan terus memacu digitalisasi bisnis para pelaku UMKM di Indonesia sejalan dengan upaya pemerintah mendorong UMKM Indonesia go digital.

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengatakan, secara bank only, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM senilai Rp 114,58 triliun hingga akhir Agustus 2021 lalu.

Nilai tersebut tumbuh 18,52 persen dari periode yang sama tahun lalu.

"Dari nilai tersebut, penyaluran pembiayaan yang dilakukan secara online telah mencapai Rp 22,9 milyar yang telah diberikan kepada seller online mitra e-commerce," ungkap Josephus saat tampil sebagai pembicara di acara Virtual Workshop bertajuk “Transformasi Digital UMKM Merah Putih” di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: OJK: Pandemi Covid-19 Telah Percepat Digitalisasi Sektor Keuangan

Virtual workshop ini mengundang ribuan peserta pelaku UMKM dan diselenggarakan Bank Mandiri dan Yokke bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).

Josephus menjelaskan, saat ini dunia digital terus bergerak ke arah yang semakin canggih.

Untuk itu pelaku usaha secara aktif perlu menambah ilmu dan wawasan agar tak ketinggalan atau kalah saing. Apalagi, potensi ekonomi digital di Indonesia dinilai masih sangat besar.

Baca juga: Digitalisasi Perbankan Dinilai Berpotensi Timbulkan Ancaman PHK 

Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19, perkembangan inovasi di bidang teknologi semakin cepat terjadi seiring bergesernya kebutuhan masyarakat ke arah digital.

Semakin dinamisnya industri digital ini tentu harus diimbangi dengan strategi yang adaptif oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mampu mengembangkan usahanya secara optimal.

Baca juga: Praktik Cross Border di Industri E-Commerce Menggerus Keberlangsungan UMKM Lokal

Halaman
123
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas