Tribun

Hari Santri Nasional

Hari Santri, Startup E-Commerce Evermos Bikin Kajian Bareng Gus Ghofur Maimoen

Melalui platformnya, reseller dapat fokus berjualan produk lokal ke konsumen via WhatsApp, media sosial maupun marketplace.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Hari Santri, Startup E-Commerce Evermos Bikin Kajian Bareng Gus Ghofur Maimoen
HandOut/IST
Ghufron Mustaqim (Co-founder Evermos), Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, MA (Katib Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang) 

Choirul Arifin/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Sejak tahun 2015, Hari Santri diperingati tiap tanggal 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22. Dalam peringatan

Merayakan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober, startup social-commerce Evermos menggelar kegiatan kajian dan doa bersama dengan melibatkan para santri dan Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, MA. (Katib Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah.

Menurut Ghufron Mustaqim, Co-founder Evermos, kajian dan doa bersama ini untuk turut mengenang perjuangan dan teladan jihad para santri. Tema yang diangkat adalah Peran Santri Dalam Memajukan Kesejahteraan Bangsa.

Baca juga: HNW: Santri dan Pemuda Harus Berkontribusi bagi Kejayaan NKRI

Materi kajian dibawakan langsung Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, MA atau yang akrab disapa Gus Ghofur.

Gus Ghofur berbagi penguatan dan pandangan tentang peran historis kaum santri serta peran yang perlu diambil selanjutnya dalam memajukan kesejahteraan bangsa.

"Untuk dapat membangun usaha yang berguna bagi bangsa dan negara, yang pertama adalah niatnya harus baik. Apapun langkah kita kalau niatnya baik maka ke depannya juga akan baik," ujar Gus Ghofur.

"Cobalah untuk bekerja tidak berdasar kebutuhan kita sendiri, tapi lebih memikirkan kebutuhan masyarakat. Sehari-hari kita sudah mengambil manfaat dari pekerjaan orang lain, seperti baju, atau sepatu yang kita kenakan saat ini. Selanjutnya, pikirkan manfaat apa yang bisa kita berikan kepada orang lain," imbuhnya.

Baca juga: Mendikbudristek Nadiem Makarim: Santri Indonesia Luar Biasa

"Lewat bekerja, kita bisa bersedekah. Maka bekerjalah dengan giat, supaya kita bisa memberi kepada orang lain. Bersedekah pun caranya bermacam-macam. Saya bersedekah dengan membagi ilmu, orang lain bisa bersedekah dengan hal lain. Apapun kelebihanmu pastikan untuk berbagi," sambung Gus Ghofur.

Ghufron Mustaqim menambahkan, tugas penerus bangsa termasuk para santri adalah mengisi kemerdekaan Indonesia dengan sebaik-baiknya.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas