Tribun

Harga Bitcoin Anjlok 77 Persen, Investor Diminta Siap Hadapi Bear Market di September

Harga Bitcoin selama 24 jam terakhir anjlok sebanyak 1,47 persen menjadi 20.054 dolar AS ada perdagangan Coinmarketcap, Kamis (1/9/2022).

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Harga Bitcoin Anjlok 77 Persen, Investor Diminta Siap Hadapi Bear Market di September
Bitcoin.com
Harga aset kripto termasuk Bitcoin amblas ke level terendah. Pada perdagangan Coinmarketcap, Kamis (1/9/2022) harga Bitcoin selama 24 jam terakhir anjlok sebanyak 1,47 persen menjadi 20.054 dolar AS. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Amblesnya perdagangan kripto selama pekan ini telah memperpanjang kemunduran Bitcoin sebagai mata uang kripto terpopuler, hingga kapasitasnya anjlok 77 persen dari harga tertingginya di bulan Juli lalu.

Amblesnya harga terjadi setelah Ketua Federal Reserve AS (The Fed) Jerome Powell, menyinggung sikap hawkish pada pertemuannya di pertengahan September nanti.

Khawatir kebijakan The Fed dapat memicu pembengkakan kerugian, membuat sejumlah investor kompak menjual aset – aset berisiko dan berpaling ke aset safe haven seperti dolar.

Alasan tersebut yang membuat harga aset kripto termasuk Bitcoin amblas ke level terendah.

Pada perdagangan Coinmarketcap, Kamis (1/9/2022) harga Bitcoin selama 24 jam terakhir anjlok sebanyak 1,47 persen menjadi 20.054 dolar AS.

Mengutip Bloomberg angka ini turun drastis apabila dibandingkan dengan harga tertinggi Bitcoin di bulan Juni lalu.

Saat itu BTC dipatok SD di level 25.000 dolar AS.

Selain kapasitas volume Bitcoin yang mengalami penyusutan, menurut perusahaan investasi kripto Grayscale Bitcoin Trust (GBTC), sikap agresif The Fed yang mengerek naik suku bunga AS ke level tertinggi salama beberapa bulan terakhir, juga telah membuat Bitcoin merugi sebanyak 12,8 miliar dolar AS.

Hal itu membuat BTC kehilangan posisinya sebagai produk kepercayaan yang paling banyak diperdagangkan.

Baca juga: Bitcoin Anjlok, Robert Kiyosaki Peringatkan Keruntuhan Pasar Akan Terus Berlanjut

Diperkirakan, kemerosotan Bitcoin akan terus berlanjut di sepanjang bulan September, mengingat saat ini perekonomi dunia tengah menghadapi ancaman perlambatan atau resesi.

Dengan tekanan tersebut Bespoke Investment Group, memprediksi penurunan Bitcoin di sepanjang bulan ini akan meningkat menjadi 8,5 persen.

Sementara mata uang kripto terpopuler kedua yaitu Ethereum akan mengalami penurunan persentase sebanyak dua digit.

Baca juga: Bitcoin Cs Berjatuhan, Kebijakan AS Menjadi Biangnya

"September mungkin akan menjadi bulan lain yang cukup bergejolak, Anda mungkin melihat sedikit lebih banyak ancaman.” ujar Shawn Cruz, kepala strategi broker perdagangan kripto TD Ameritrade.

Mengantisipasi terjadinya pembengkakan kerugian di tengah ketegangan pasar global akibat resesi, para analis di industri cryptocurrency menyarankan agar investor berhati – hati dalam berinvestasi di sepanjang bulan September ini.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas