Tribun

Momen The Merge Berpeluang Kerek Harga Ethereum

CEO Indodax Oscar Darmawan menjelaskan, The Merge merupakan transisi jaringan Ethereum dari mekanisme proof-of-work ke mekanisme proof-of-stake

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Momen The Merge Berpeluang Kerek Harga Ethereum
PEXELS/WORLDSPECTRUM/Kompas.com
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, Cryptocurrency Ethereum. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga Ethereum berpeluang kembali naik karena kini akan memasuki fase The Merge.

Ethereum saat ini menjadi aset kripto terpopuler setelah Bitcoin.

CEO Indodax Oscar Darmawan menjelaskan, The Merge merupakan transisi jaringan Ethereum dari mekanisme proof-of-work (PoW) ke mekanisme proof-of-stake (PoS).

Menurutnya, dengan mekanisme PoS yang digadang gadang lebih efisien, memiliki potensi untuk bisa menaikkan permintaan ETH dan menaikkan harga ETH.

Baca juga: Coinbase Luncurkan Token ERC20 Menjelang Ethereum Merge

“Adanya perubahan pada protokol Ethereum ini, membuatnya memiliki beberapa keuntungan seperti penggunaan Energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selama ini, Ethereum didapatkan dengan skema Proof of Work.

Jika, dijelaskan secara sederhana, Ethereum didapatkan dengan cara mining atau penambangan, seperti Bitcoin.

Mekanisme proof-of-work diclaim mengonsumsi energi listrik yang besar karena alat penambang Ethereum membutuhkan spesifikasi komputer tinggi dan rig mining yang komplit serta listrik yang besar,” jelas Oscar.

Sedangkan Proof of staking atau mendapatkan ETH dengan staking hanya menggunakan modal internet sehingga lebih simple dan ramah lingkungan.

Kelebihan yang dimiliki Proof of Stake ini, bisa membuat token Ethereum (ETH) lebih berharga sehingga memiliki potensi harga ETH akan naik setelah proses The Merge selesai meskipun sejatinya harga aset kripto bergantung pada kondisi pasar.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas