Tribun

Metaverse Tumbuh Subur di China, JPmorgan: Perusahaan Game Berpotensi Raup Keuntungan Miliaran Dolar

industri di China yang belakangan ini mulai ramai mengadopsi pasar game Metaverse, meski regulasi industri digital di negeri tirai bambu ini ketat

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Metaverse Tumbuh Subur di China, JPmorgan: Perusahaan Game Berpotensi Raup Keuntungan Miliaran Dolar
searchenginejournal.com
Ilustrasi metaverse. Analis keuangan JPMorgan percaya bahwa pasar game metaverse di China dapat meledak, hingga membuat perusahaan Tencent, Netease, dan Bilibili  berpotensi mencatatkan keuntungan miliaran dolar AS. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Analis keuangan JPMorgan percaya bahwa pasar game metaverse di China dapat meledak, hingga membuat perusahaan Tencent, Netease, dan Bilibili  berpotensi mencatatkan keuntungan miliaran dolar AS.

Menawarkan kehidupan virtual yang mirip dengan dunia nyata, Metaverse hadir untuk membuat orang-orang agar dapat melakukan berbagai aktivitas seperti  bekerja, bermain, pergi ke konser virtual, serta melakukan perjalanan online layaknya dunia nyata, hanya dengan bantuan teknologi virtual reality (VR) dan Augmented Reality (AR).

Kelebihan ini yang membuat hype Metaverse mampu menarik perhatian para pelaku industri bisnis untuk terjun dalam dunia virtual ini, dengan tujuan mencari sumber pendapatan baru.

Baca juga: Game Duckie Land Nongol di Metaverse

Seperti industri di China yang belakangan ini mulai ramai mengadopsi pasar game Metaverse, meski regulasi industri digital yang ada di negeri tirai bambu ini sangat ketat.

Meski begitu analis dari JPMorgan percaya bahwa beberapa perusahaan game internet dan layanan kecerdasan buatan seperti Tencent, Netease, dan Bilibili bisa mencatatkan pertumbuhan pesat, hingga dapat mengumpulkan keuntungan miliar dolar AS .

“Perkembangan internet seluler dan AI dalam 5-10 tahun terakhir menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif perusahaan di satu bagian ekosistem teknologi seringkali lebih penting dalam menentukan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham daripada di bagian ekosistem mana perusahaan beroperasi," jelas laporan JPMorgan, mengutip dari News Bitcoin, Kamis (15/9/2022).

Prediksi ini didasari oleh adanya kemajuan pada ketiga perusahaan di atas dalam melakukan digitalisasi di dalam layanan bisnis Metaverse, dimana Tencent dilaporkan mulai merilis aplikasi konferensi video yang disebut Tencent Meeting.

Sementara NetEase mulai merambah sistem ruang rapat virtual yang disebut Yaotai serta menjajaki industri digital dengan merilis platform jaringan sosial Weixin atau mobile QQ.

Baca juga: Susul Nissan dan Toyota, Renault Hadirkan Pengalaman Otomotif ke Dunia Virtual Metaverse

Tak mau ketinggalan dengan yang lainnya Bilibili belakangan ini juga dikabarkan tengah melakukan monetisasi dengan melakukan penjualan barang virtual untuk mendukung operasi platform hiburan musik virtual di China.

Dengan adanya inovasi yang dibuat ketiga perusahaan game diatas, JPmorgan yakin bisnis dan layanan game Metaverse akan menjadi bagian besar dari pertumbuhan pasar di China hingga mendorong lonjakan pendapatan sebanyak 27 miliar dolar AS.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas