Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Perbankan Janji Siapkan Fasilitas Isi Ulang di Ruas Jalan Tol

Pengisian saldo di ruas gerbang tol bisa dilakukan dengan dua sistem pembayaran yaitu dengan uang tunai dan debit saldo dari kartu ATM.

Perbankan Janji Siapkan Fasilitas Isi Ulang di Ruas Jalan Tol
ISTIMEWA
Gerbang Tol Otomatis 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Empat bank swasta yang menyediakan fasilitas layanan pembayaran non tunai di jalan tol bersiap untuk menyediakan alat agar para pengguna jalan tol bisa melakukan isi ulang (top up) di sejumlah ruas jalan tol.

Meski begitu, pihak perbankan mengakui masih mengalami kendala terkait penyediaan alat beserta perawatannya.

"Top up juga bisa di ruas gerbang tol, rest area dan di gardu tol, tapi terbatas kami sediakan 50 unit, karena biaya servisnya sangat mahal dan sangat terbatas," ujar Nandan Sadaya, perwakilan Himpunan Bank Negara (Himbara) dari Bank Mandiri saat diskusi di Galeri Nasional, Senin (30/10).

Baca: Setelah Alexis, Gubernur Anies Didesak Tutup Tempat Hiburan Malam yang Ada Prostitusinya

Perlu diketahui, pengisian saldo di ruas gerbang tol bisa dilakukan dengan dua sistem pembayaran yaitu dengan uang tunai dan debit saldo dari kartu ATM.

Pengisian melalui sistem tunai bisa dilakukan di gerbang tol Bekasi Barat 1 dan Pondok Gede atau Jatibening.

Sementara itu, gerbang tol lainnya yang bisa melalukan pengisian saldo di wilayah tol Jakarta-Cikampek, seperti di gerbang tol Tambun, Bekasi Timur, dan Cikunir, pengisian ulang dilakukan sistem debit menggunakan kartu ATM.

Ia menyatakan pihaknya dari Bank Mandiri telah menyiapkan sebanyak 60.000 outlet top up yang tersebar di rest area, mini market beserta gerbang tol.

Ia memprediksi ke depannya 4 bank lain akan berkompetisi untuk meningkatkan fasilitas top up.

"Ke depannya 4 bank akan berlomba untuk memperbanyak outlet. Karena ini kompetisinya sangat bagus. Jadi saya yakin kemudahan untuk pelanggan terkait top up akan berkembang, sekarang masih awalan," ujar Nandan.

Meski begitu, VP Operation Management Layanan Jasa Marga Raddy R Lukman menegaskan agar para pengguna jalan tol tidak melakukan top up di ruas jalan tol lantaran hal tersebut kontradiktif dengan semangat mempercepat transaksi non tunai di gerbang tol.

"Usulannya kami tidak anjurkan untuk top up di gerbamg tol karena memang jadinya malah panjang antreannya. Kami juga dapat komplain dari pelanggan terkait hal ini," kata Raddy.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas