Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Industri Otomotif Lesu, Adira Finance Prediksi Pertumbuhan Pembiayaan Tahun Ini Stagnan

Tahun 2018, Adira Finance membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 38,2 triliun.

Industri Otomotif Lesu, Adira Finance Prediksi Pertumbuhan Pembiayaan Tahun Ini Stagnan
TRIBUNNEWS/LITA FEBRIANI
Jumpa pers HUT ke-29 Adira Finance di Jakarta, Jumat (15/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memprediksi pertumbuhan pembiayaan tahun 2019 stagnan, sekitar Rp 38 triliun atau sama seperti tahun sebelumnya.

Tahun 2018, Adira Finance membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 38,2 triliun.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menyebut hal tersebut dipicu lesunya industri otomotif, yang pada semester 1 2019 penjualan turun 12 persen.

"Waktu kita plan, akhir 2018 kemarin, kita berpikir industrinya tumbuh 5 persen. Makanya waktu itu kita berpikir bisa 5-10 persen. Tetapi dalam perkembangannya kan industri otomotif turun. Jadi kita mungkin stagnan tahun ini. Mungkin sekitar Rp 38 triliun atau Rp 39 triliun," tutur Made di jumpa pers HUT Adira Finance ke-29 di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, angka tersebut sudah cukup bagus jika dibandingkan dengan industri otomotif yang tengah lesu.

"Itu sudah bagus, karena industrinya turun. Jadi kelihatannya kita tidak bisa mencapai target awal," kata dia.

Mengenai target pembiayaan tahun 2020, Adira Finance masih belum memutuskan katena masih menunggu pembahasan internal lebih lanjut.

Namun Made memprediksi industri otomotif tahun depan belum bisa pulih total.

"Ini kita lagi proses budget dan belum finalisasi target 2020. Tetapi informasi terakhir kelihatannya industrinya juga belum bisa pulih. Pertumbuhan penjualan industri otomotif bisa flat atau tumbuh sedikit sekali. Kemungkinan kita target di low single digit," ungkap Made.

Guna menjaga pertumbuhan pembiayaan tahun depan, Adira Finance akan mengembangkan tiga strategi.

Strategi pertama, memperbaiki servis dengan berharap jika servis bagus ke diler dan konsumen, mereka akan memilih Adira. Kedua, bekerjasama dengan lebih banyak merek dan diler atau ekspansi, dengan harapan mendapat bisnis lebih banyak.

Ketiga, mengembangkan bisnis-bisnis non-otomotif, hal ini dilihat dari kebutuhan konsumen yang mulai berkembang.

"Dari riset internal kita pertumbuhan di sektor kebutuhan di luar pembiayaan kendaraan sudah mulai berkembang. Sesuai dengan perkembangan konsumen kita, kita juga menyediakan banyak produk termasuk misalnya multiguna, durable seperti alat elektronik, umroh, asuransi," jelas Made.

Ikuti kami di
Penulis: Lita febriani
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas