Tribun Otomotif

Swedia Bikin Bus Listrik untuk Antar Jemput Bernama Sango

National Electric Vehicle Sweden atau NEVS menghadirkan ekosistem mobilitas barunya yang disebut PONS.

Editor: Sanusi
zoom-in Swedia Bikin Bus Listrik untuk Antar Jemput Bernama Sango
ist
Sango, kendaraan listrik pabrikan NEVS, Swedia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM - National Electric Vehicle Sweden atau NEVS menghadirkan ekosistem mobilitas barunya yang disebut PONS.

Solusi VP Mobility di NEVS, Anna Haupt mengatakan bepergian dengan kendaraan listrik yang dapat dikendarai sendiri saat ini tidak bisa sejauh seperti yang diinginkan.

"Era satu orang per mobil dan era memiliki mobil, segera menjadi masa lalu. Era baru akan datang, di mana mobil dioptimalkan untuk mobilitas kota dan kualitas hidup yang lebih baik bagi individu," tutur Haupt dikutip dari Carscoops, Selasa (7/7/2020).

Sango, kendaraan listrik pabrikan NEVS nih
Sango, kendaraan listrik pabrikan NEVS, Swedia.

Di pusat ekosistem PONS NEVS, mereka menciptakan kendaraan bernama Sango yang dapat mengemudi sendiri.

Kendaraan ini siap untuk diintegrasikan dengan sistem perangkat lunak mengemudi mandiri yang tersedia.

Baca: Mobil Listrik Porsche Taycan Meluncur di China

Baca: Mobil Listrik Porsche Taycan Meluncur di China, Bawa Basis RWD Baru

Untuk peluncuran di Swedia, NEVS telah bermitra dengan AutoX, sebuah perusahaan teknologi mengemudi otonom L4 terkemuka yang berbasis di Silicon Valley dan Shenzhen, mereka akan memasok Driver AI-nya.

Agar pas untuk digunakan bersama, Sango memiliki interior fleksibel yang dapat memenuhi kebutuhan perjalanan yang berbeda dengan tiga pengaturan yakni pribadi, sosial dan keluarga.

Sango memiliki enam kursi bergerak yang disusun pada tiga baris dan dilengkapi dengan sekat pembatas yang dapat dinaikkan dan diturunkan.

Saat sekat diangkat, kabin bisa dibagi menjadi empat area yang lebih kecil untuk perjalanan hingga empat orang dalam mode pribadi.

Dalam pengaturan mode keluarga, mobil ini bisa digunakan hingga enam orang yang duduk dalam tiga baris, dapat bepergian dengan nyaman bersama.

Selain kendaraan Sango, sistem mobilitas PONS juga mencakup antarmuka pengguna dalam bentuk aplikasi dan sistem manajemen armada untuk memantau, serta mengoptimalkan armada kendaraan yang beroperasi di seluruh kota.

Bus ini ditenagai oleh baterai lithium-ion dan motor listrik tunggal yang dapat menjangkau jarak sekitar 200 kilometer dengan sekali pengisian daya dan saat ini tetap dibatasi dengan kecepatan pada 15 km per jam untuk alasan keamanan.

Ketika teknologi dipoles kembali, batas kecepatan akan dinaikkan menjadi 50 km per jam.

Langkah selanjutnya untuk kendaraan self-driving Sango adalah program percontohan di Stockholm, akan ada sekitar sepuluh robotaxis yang digunakan oleh publik.

Prototipe Sango pertama saat ini sedang diuji-coba di area NEVS di Trollhattan, Swedia bersama dengan tes fungsional ekosistem mobilitas PONS.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas