Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ini Rahasia Daihatsu Tetap di Peringkat 2 Klasemen Penjualan Otomotif Nasional

Salah satu faktor kuncinya adalah, Daihatsu berhasil menjual produk-produk kendaraan roda empat yang paling sesuai dengan pasar Indonesia.

Ini Rahasia Daihatsu Tetap di Peringkat 2 Klasemen Penjualan Otomotif Nasional
IST
Aktivitas penjualan Daihatsu di sebuah pusat perbelanjaan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Daihatsu saat ini tetap bertengger di peringkat dua penjualan mobil terbanyak di pasar otomotif Indonesia sepanjang Januari sampai September 2020, baik penjualan wholesales dari agen pemegang merek (APM) ke diler, maupun penjualan ritel dari diler ke konsumen.

Data menunjukkan, penjualan whole sales Daihatsu mencapai 69.182 unit di YTD pada Januari hingga September 2020 dengan kenaikan market share otomotif nasional sebesar 18,6 persen.

Market share ini naik tipis jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17,6 persen.

Sementara, penjualan ritel Daihatsu YTD Januari-September 2020 mencapai 73.488 unit dengan  market share menjadi 18%. Market share naik 1,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 16,8%.

Capaian market share ini menempatkan Daihatsu sebagai merek kendaraan roda empat dengan volume penjualan terbanyak kedua setelah Toyota.

"Kita bisa bertahan di posisi nomor 2 di Indonesia ada beberapa faktor," kata Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT ADM, Amelia Tjandra, Kamis (16/10/2020). 

Pertama, faktor penentunya adalah Daihatsu berhasil menjual produk-produk kendaraan roda empat yang paling sesuai dengan pasar Indonesia.

"Kita ada pusat riset dan pengembangan yang bisa mengetes kendaraan (yang akan dipasarkan) dengan 23 macam kondisi jalan seperti di Indonesia. Mobil tidak akan bisa kita pasarkan jika tidak lolos uji di sana," ungkap Amelia Tjandra

Amel menambahkan, produk-produk Daihatsu yang dipasarkan di Indonesia benar-benar sesuai dengan ekspektasi pasar lokal karena umumnya, konsumen di Indonesia membeli mobil untuk dipakai dalam jangka waktu lama.

"Produk otomlotif di Indonsaia biasanya dipakai lebih dari 10 tahun. Kita sesuaikan (produknya) dengan kondisi cuaca juga," ungkap Amel.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas