Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Relaksasi PPnBM Pacu Penjualan, Gaikindo Tetap Gelar GIIAS pada Agustus 2021

Momentum pemberian relaksasi PPnBM juga dinilai pas, karena akan membantu industri otomotif bengkit di tengah pandemi.

Relaksasi PPnBM Pacu Penjualan, Gaikindo Tetap Gelar GIIAS pada Agustus 2021
IST
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melihat ada indikasi kenaikan penjualan kendaraan usai diterapkannya relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM pada mobil 1.500 cc.

Meski agen pemegang merek belum secara formal memberikan laporannya, Gaikindo memperkirakan permintaan masyarakat pada produk otomotif akan terus meningkat.

Momentum pemberian relaksasi PPnBM juga dinilai pas, karena akan membantu industri otomotif bengkit di tengah pandemi.

Baca juga: Ada Relaksasi PPnBM, Gaikindo Belum Akan Revisi Target Penjualan Tahun Ini

Walau demikian, untuk makin memacu pertumbuhan penjualan, Gaikindo tidak berencana untuk mengubah jadwal pameran otomotif GIIAS 2021.

"Kita nggak bisa mengubah, kita masih sambil memantau. Kita juga masih menunggu izin dari pemerintah. Kita memantau perkembangan pandeminya seperti apa," tutur Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, Minggu (22/3/2021).

Baca juga: Gaikindo Dukung Perluasan Diskon PPnBM ke Mobil 2.500 cc

Gaikindo sendiri telah merencanakan kembali menyelenggarakan pameran otomotif pada semester kedua tahun ini.

Dimulai dengan akan penyelenggaraan GIIAS di Jakarta pada bulan Agustus, dilanjutkan dengan penyelenggaraan pameran GIIAS di daerah.

Baca juga: Relaksasi PPnBM Bikin SPK Terios dan Xenia Makin Banyak, Ini Kata Daihatsu

Memasuki akhir tahun, Gaikindo juga akan melangsungkan pameran otomotif lainnya, yakni Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW.

Gaikindo tak mau memajukan jadwal pameran karena tak mau menimbulkan masalah saat penyelenggaraan.

"Kita optimis dan realistis ya. Kita nggak ingin menimbulkan masalah baru, kehati-hatian harus kita jaga. Vaksinasi berjalan bukan berarti kita bisa kebal semua," ungkap Kukuh.

Ikuti kami di
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas