Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

IIMS 2021

DFSK Sarankan Pemerintah Buat Standar Khusus untuk Charger Kendaraan Listrik

Diharapkan dengan adanya SNI untuk charger kendaraan listrik akan mempercepat pembentukan ekosistem.

DFSK Sarankan Pemerintah Buat Standar Khusus untuk Charger Kendaraan Listrik
Tribunnews/Irwan Rismawan
Mobil listrik DFSK Gelora E dipamerkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (20/4/2021). Sejumlah mobil listrik ditampilkan dalam pameran otomotif IIMS Hybrid 2021 yang berlangsung hingga 25 April 2021. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Sokonindo Automobile sebagai Agen Pemegang Merek (APM) DFSK di Indonesia menyarankan pemerintah untuk membuat standar charger kendaraan listrik.

"Kami menyarankan agar pemerintah membuat standar SNI untuk charger kendaraan listrik di Indonesia. Kalau nanti tiap brand berbeda kan jadi susah, kasihan konsumen juga. Misalnya charger DFSK beda sama Mitsubishi atau Toyota atau pabrikan lain, kalau misal ingin pakai stasiun pengisian listrik umum kan jadi susah," tutur Sales And Marketing Director PT Sokonindo Automobile Rifin Tanuwijaya, saat Media Gathering di IIMS Hybrid 2021, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: DFSK Luncurkan Mobil Listrik Gelora E di IIMS Hybrid 2021, Pre-order Sudah Dibuka

Diharapkan dengan adanya SNI untuk charger kendaraan listrik akan mempercepat pembentukan ekosistem.

Langkah ini juga dinilai akan memudahkan masyarakat untuk melakukan pengisian daya dimana saja tanpa harus memikirkan chargernya berbeda dengan pabrikan kendaraan lain.

Lebih lanjut, DFSK menyarankan pembuatan SNI charger mobil listrik dilakukan sebelum membangun infrastrukturnya.

"Jangan sampai infrastrukturnya udah jadi dulu baru ada SNI, bakalan susah itu nantinya. Lebih baik bikin regulasi soal SNI charger dulu, baru fokus ke pengembangan infrastruktur, ini akan lebih mudah," imbuh Rifin.

Ikuti kami di
Penulis: Lita febriani
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas